AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:27 WIB
AS dilaporkan telah setuju menyediakan program nuklir sipil untuk Arab Saudi, yang memicu ketakutan di pihak Israel. Foto/Olivier Fitoussi/Flash90
TEL AVIV - Kemarahan dan ketakutan melanda Israel setelah New York Times dan Wall Street Journal melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah setuju untuk menyediakan program nuklir sipil bagi Arab Saudi.

Menurut laporan dua media Amerika itu, Presiden AS Donald Trump menyetujui salah satu kebijakan penting Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, memberikan Riyadh kesepakatan nuklir sipil 30 tahun yang dapat memungkinkan pengayaan uranium di kerajaan tersebut.



Baca Juga: AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh

Para politisi Israel menggunakan media sosial untuk menyuarakan ketakutan mereka mengenai kesepakatan nuklir Washington-Riyadh, dengan beberapa di antaranya menyatakan bahwa hal itu merugikan kepentingan keamanan Israel dan menandakan kegagalan lain dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

"Program nuklir sipil Arab Saudi akan berakhir dengan senjata nuklir dan akan menyebabkan perlombaan senjata yang gila-gilaan di seluruh Timur Tengah," kata Avigdor Lieberman, pemimpin partai oposisi sayap kanan Yisrael Beytenu.

"Negara Israel harus menyatakan dengan jelas dan tegas: kami akan sangat menentang ini," imbuh Lieberman, mendesak tindakan Israel di Kongres AS untuk memblokir kesepakatan tersebut.

Yair Golan, pemimpin partai sayap kiri The Democrats, menuduh Netanyahu secara langsung, dengan mengatakan: "Perdana menteri telah kehilangan normalisasi hubungan dengan Arab Saudi dan memungkinkan kemampuan nuklirnya."

Selama bertahun-tahun, Israel memandang normalisasi hubungan dengan Arab Saudi sebagai tujuan kebijakan luar negeri utama, berharap untuk menghindari kesepakatan dengan Palestina. Tetapi Riyadh berulang kali bersikeras bahwa mereka tidak akan melakukannya tanpa perjanjian perdamaian Israel-Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!