Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Selasa, 21 Juli 2026 - 10:22 WIB
Jepang menyatakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Okinotorishima membentang sejauh 200 mil laut (370 km) dari pantai pulau kecil tersebut di Pasifik, tetapi China membantah klaim ini, dengan alasan bahwa Okinotorishima adalah terumbu karang dan bukan pulau, sehingga tidak berhak atas zona tersebut berdasarkan hukum internasional.
Aktivitas militer di dalam ZEE negara lain tidak dilarang berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut, tetapi langkah-langkah yang lebih agresif seperti latihan tembak langsung di masa lalu telah menciptakan gesekan antara negara-negara yang mengklaim dan negara-negara yang melakukan latihan tersebut.
Latihan gabungan yang melibatkan China dan Rusia adalah contoh terbaru dari apa yang dikatakan Tokyo sebagai perluasan dan peningkatan aktivitas militer oleh kedua negara di dekat Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Akhir bulan lalu, kedua militer mengirimkan pesawat pengebom dan jet tempur berkemampuan nuklir untuk patroli udara strategis gabungan di wilayah udara di atas Laut Jepang, Laut China Timur, dan Pasifik barat.
Dalam pidatonya pada hari Senin, Koizumi mengatakan bahwa penerbangan pengebom gabungan dan latihan tembak langsung merupakan manifestasi lain dari semakin dalamnya kerja sama militer antara China dan Rusia.
Sebagai tanggapan atas langkah-langkah ini, Tokyo telah berupaya membangun hubungan pertahanan dengan negara-negara "sepemikiran" di Eropa dan Indo-Pasifik, dengan Koizumi menegaskan kembali pada hari Senin bahwa keamanan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik "tidak terpisahkan" dan "saling terkait".
Aktivitas militer di dalam ZEE negara lain tidak dilarang berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut, tetapi langkah-langkah yang lebih agresif seperti latihan tembak langsung di masa lalu telah menciptakan gesekan antara negara-negara yang mengklaim dan negara-negara yang melakukan latihan tersebut.
Latihan gabungan yang melibatkan China dan Rusia adalah contoh terbaru dari apa yang dikatakan Tokyo sebagai perluasan dan peningkatan aktivitas militer oleh kedua negara di dekat Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Akhir bulan lalu, kedua militer mengirimkan pesawat pengebom dan jet tempur berkemampuan nuklir untuk patroli udara strategis gabungan di wilayah udara di atas Laut Jepang, Laut China Timur, dan Pasifik barat.
Dalam pidatonya pada hari Senin, Koizumi mengatakan bahwa penerbangan pengebom gabungan dan latihan tembak langsung merupakan manifestasi lain dari semakin dalamnya kerja sama militer antara China dan Rusia.
Sebagai tanggapan atas langkah-langkah ini, Tokyo telah berupaya membangun hubungan pertahanan dengan negara-negara "sepemikiran" di Eropa dan Indo-Pasifik, dengan Koizumi menegaskan kembali pada hari Senin bahwa keamanan Indo-Pasifik dan Euro-Atlantik "tidak terpisahkan" dan "saling terkait".
(mas)
Lihat Juga :