Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS

Senin, 13 Juli 2026 - 08:00 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri semaksimal mungkin. "Hindari tindakan eskalasi lebih lanjut, dan ambil langkah-langkah segera untuk meredakan ketegangan," katanya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menanggapi dengan menyatakan bahwa tindakan Iran dibenarkan.

"Iran tidak 'menyerang'. Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS yang ditempatkan di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan yang sah dan sesuai hukum dari hak inherennya untuk membela diri berdasarkan hukum internasional," tulisnya di X.

Perang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pertukaran serangan reguler berhenti setelah gencatan senjata pada bulan April, yang mengarah pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni.

Permusuhan kembali terjadi baru-baru ini karena kedua pihak tidak sepakat mengenai interpretasi MoU dan status Selat Hormuz, yang dinyatakan Iran tertutup untuk pelayaran sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!