Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab

Kamis, 09 Juli 2026 - 15:30 WIB
Dewan Dirgantara Pakistan, yang menyatakan tidak terlibat dalam investigasi resmi, mendesak kehati-hatian terhadap teori-teori awal dan mengatakan kepada Newsweek bahwa belum ada informasi resmi mengenai penyebab insiden tersebut pada tahap ini.

Pesawat yang hilang, dengan nomor registrasi AP-BOI, mulai beroperasi pada tahun 1999 dan sebelumnya terbang untuk Aeroflot, Garuda Indonesia, TNT Airways, ASL Airlines Belgium, dan FedEx sebelum bergabung dengan K2 Airways pada Oktober 2024.

Hilangnya pesawat tersebut merupakan pukulan besar bagi maskapai yang berbasis di Karachi ini, karena AP-BOI dilaporkan sebagai satu-satunya pesawat kargo operasional milik maskapai tersebut.

Apa yang Terjadi Ketika Sebuah Pesawat Hilang?



Ketika sebuah pesawat kehilangan kontak dengan pengontrol lalu lintas udara atau berhenti mengirimkan data posisi, pihak berwenang pertama-tama mencoba untuk membangun kembali komunikasi melalui radar, pengontrol, dan pesawat terdekat.

Tim pencarian dan penyelamatan kemudian menggunakan posisi terakhir pesawat yang diketahui, jalur penerbangan, dan kondisi cuaca untuk menentukan area pencarian. Jika pesawat ditemukan, para penyelidik biasanya berupaya untuk mengambil perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit, yang umumnya dikenal sebagai "kotak hitam" pesawat.

Perangkat-perangkat tersebut dapat memberikan informasi penting tentang sistem pesawat, tindakan awak, dan saat-saat terakhir sebelum kontak terputus.

Learmount mengatakan para penyelidik sudah memiliki keuntungan penting karena data pelacakan penerbangan memberikan titik awal yang relatif jelas untuk upaya pencarian.

"Karena pelacakan penerbangan, para penyelidik memiliki gambaran yang baik tentang di mana harus memulai pencarian," katanya.

"Puing-puing yang mengapung di laut dapat mengonfirmasi lokasi, tetapi pesawat, ketika tenggelam, tidak tenggelam secara vertikal, sehingga pencarian mungkin harus dilakukan secara luas," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa tujuan dari setiap investigasi penerbangan pada akhirnya adalah untuk menentukan apa yang terjadi dan mencegah insiden serupa terjadi lagi.

"Tujuan dari semua investigasi adalah untuk mengetahui apa yang terjadi, sehingga kesalahan, kegagalan, atau kerusakan apa pun dapat dicegah di masa mendatang," kata Learmount.

Hilangnya Pesawat Lainnya



Kasus yang melibatkan pesawat yang hilang dari sistem pelacakan jarang terjadi, terutama di penerbangan komersial.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah penerbangan Malaysia Airlines MH370, yang hilang selama penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing pada Maret 2014. Penerbangan Air France 447 juga hilang di atas Samudra Atlantik pada tahun 2009 sebelum puing-puing dan perekam penerbangan akhirnya ditemukan.

Dalam kebanyakan kasus, pihak berwenang pada akhirnya dapat menemukan pesawat menggunakan informasi radar, data satelit, sinyal pencari lokasi darurat, dan pencarian puing, meskipun investigasi dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk diselesaikan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!