China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Selasa, 07 Juli 2026 - 13:54 WIB
Pemerintah Jepang, dalam sebuah pernyataan, ikut prihatin dengan manuver rudal China.
"Jepang menyatakan kekhawatiran serius mengenai aktivitas militer China yang semakin aktif," katanya. Tokyo mendesak Beijing untuk mempertimbangkan kembali uji coba rudal balistik.
Taiwan, pulau yang memerintah sendiri selama puluhan tahun tapi masih diklaim China sebagai wilayahnya, juga mengkritik peluncuran ICBM dari kapal selam bertenaga nuklir China.
Juru bicara kepresidenan Karen Kuo mengatakan, "Tindakan Beijing telah menyebabkan keresahan di kawasan."
Dia lebih lanjut menyoroti ambisi China yang semakin jelas untuk ekspansi di Pasifik Barat.
Joseph Wu, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, mem-posting di media sosial sebuah peta yang diduga menunjukkan jalur rudal yang bergerak ke arah tenggara China, melewati Mikronesia dan Palau, dan mendarat di selatan Nauru.
“Ini adalah provokasi yang menggoyahkan Indo-Pasifik. China baru saja membuktikan dirinya lagi sebagai pengganggu di kawasan ini,” tulisnya.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyuarakan keprihatinan atas uji ICBM dari kapal selam bertenaga nuklir China di Samudra Pasifik.
"Pada saat Amerika Serikat bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mencegah proliferasi nuklir, China melakukan hal sebaliknya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott.
"Peningkatan senjata nuklir Beijing yang cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan dan dunia," lanjut Pigott.
Amerika Serikat pada bulan Februari membiarkan berakhirnya New START, pakta pengendalian senjata utama terakhir dengan Rusia, karena bersikeras pada perjanjian baru yang juga mencakup China.
Upaya tersebut telah ditolak oleh China, yang persenjataan nuklirnya jauh lebih kecil daripada Rusia tetapi telah berkembang pesat.
"Jepang menyatakan kekhawatiran serius mengenai aktivitas militer China yang semakin aktif," katanya. Tokyo mendesak Beijing untuk mempertimbangkan kembali uji coba rudal balistik.
5. Taiwan
Taiwan, pulau yang memerintah sendiri selama puluhan tahun tapi masih diklaim China sebagai wilayahnya, juga mengkritik peluncuran ICBM dari kapal selam bertenaga nuklir China.
Juru bicara kepresidenan Karen Kuo mengatakan, "Tindakan Beijing telah menyebabkan keresahan di kawasan."
Dia lebih lanjut menyoroti ambisi China yang semakin jelas untuk ekspansi di Pasifik Barat.
Joseph Wu, Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Taiwan, mem-posting di media sosial sebuah peta yang diduga menunjukkan jalur rudal yang bergerak ke arah tenggara China, melewati Mikronesia dan Palau, dan mendarat di selatan Nauru.
“Ini adalah provokasi yang menggoyahkan Indo-Pasifik. China baru saja membuktikan dirinya lagi sebagai pengganggu di kawasan ini,” tulisnya.
6. Amerika Serikat
Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyuarakan keprihatinan atas uji ICBM dari kapal selam bertenaga nuklir China di Samudra Pasifik.
"Pada saat Amerika Serikat bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk mencegah proliferasi nuklir, China melakukan hal sebaliknya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott.
"Peningkatan senjata nuklir Beijing yang cepat dan tidak transparan sangat mengkhawatirkan bagi kawasan dan dunia," lanjut Pigott.
Amerika Serikat pada bulan Februari membiarkan berakhirnya New START, pakta pengendalian senjata utama terakhir dengan Rusia, karena bersikeras pada perjanjian baru yang juga mencakup China.
Upaya tersebut telah ditolak oleh China, yang persenjataan nuklirnya jauh lebih kecil daripada Rusia tetapi telah berkembang pesat.
(mas)
Lihat Juga :