AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Selasa, 07 Juli 2026 - 09:45 WIB
"Ini menunjukkan bahwa Angkatan Laut China mampu menargetkan daratan Amerika Serikat dari benteng-benteng yang dekat dengan perairan China," paparnya.
Unjuk kekuatan militer China terjadi pada hari yang sama ketika Australia dan Fiji menandatangani perjanjian pertahanan utama, bagian dari upaya sekutu AS, Canberra, untuk mendapatkan kembali keunggulan terhadap China setelah perjanjian Kepulauan Solomon yang kontroversial.
Namun, analisis meragukan adanya hubungan langsung, dengan mengatakan bahwa uji coba semacam itu kemungkinan besar direncanakan jauh sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan bahwa uji coba rudal China itu mengganggu stabilitas kawasan.
Jepang, yang mengatakan telah diberitahu sebelumnya tentang peluncuran tersebut, mengatakan telah mendesak China untuk mempertimbangkan kembali dan menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya aktivitas militer Beijing.
Hubungan antara Beijing dan Tokyo menjadi lebih bergejolak sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pada bulan November bahwa potensi serangan di masa depan terhadap Taiwan—pulau yang berdaulat sendiri yang diklaim oleh China—dapat memicu keterlibatan militer Jepang.
Rusia, sekutu China, membela uji tembak rudal Beijing sebagai "hak kedaulatan" dan mengatakan bahwa China tidak mengancam siapa pun di dunia.
Unjuk kekuatan militer China terjadi pada hari yang sama ketika Australia dan Fiji menandatangani perjanjian pertahanan utama, bagian dari upaya sekutu AS, Canberra, untuk mendapatkan kembali keunggulan terhadap China setelah perjanjian Kepulauan Solomon yang kontroversial.
Namun, analisis meragukan adanya hubungan langsung, dengan mengatakan bahwa uji coba semacam itu kemungkinan besar direncanakan jauh sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan bahwa uji coba rudal China itu mengganggu stabilitas kawasan.
Jepang, yang mengatakan telah diberitahu sebelumnya tentang peluncuran tersebut, mengatakan telah mendesak China untuk mempertimbangkan kembali dan menyatakan keprihatinan serius atas meningkatnya aktivitas militer Beijing.
Hubungan antara Beijing dan Tokyo menjadi lebih bergejolak sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pada bulan November bahwa potensi serangan di masa depan terhadap Taiwan—pulau yang berdaulat sendiri yang diklaim oleh China—dapat memicu keterlibatan militer Jepang.
Rusia, sekutu China, membela uji tembak rudal Beijing sebagai "hak kedaulatan" dan mengatakan bahwa China tidak mengancam siapa pun di dunia.
(mas)
Lihat Juga :