Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas

Senin, 06 Juli 2026 - 10:45 WIB
Pasukan Rusia telah meningkatkan upaya untuk merebut lebih banyak wilayah Donetsk, timur Ukraina—yang merupakan tujuan utama Kremlin. Kota-kota Ukraina juga menghadapi serangan rudal dan drone Rusia hampir setiap malam.

Ukraina juga baru-baru ini meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap infrastruktur penting di wilayah Rusia, termasuk kilang minyak, pelabuhan, dan pabrik militer.

Tingkat mematikan serangan Kamis lalu di Kyiv menunjukkan tantangan yang dihadapi para pejabat Ukraina dalam melindungi ibu kotanya karena Rusia terus berinovasi—semakin banyak mengerahkan drone bertenaga jet, seperti UAV Geran-4, yang terbang terlalu cepat untuk kelompok tembak bergerak Kyiv dan hanya dapat ditembak jatuh dengan rudal darat-ke-udara atau jet tempur.

Zelensky mengulangi permohonannya kepada AS dan negara-negara Eropa untuk rudal bagi sistem Patriot pada hari Minggu, dengan mengatakan: “Penundaan apa pun dengan rudal untuk pertahanan udara kita—rudal untuk Patriot—berarti hilangnya nyawa, dan itu mendorong Rusia untuk melanjutkan perang.”

“Rudal untuk Patriot dibutuhkan bukan di gudang saat ini, tetapi di unit Patriot di Ukraina,” kata Zelensky.

Zelensky melihat Patriot sebagai kunci untuk menembak jatuh persenjataan Rusia, yang mencakup rudal balistik, amunisi jelajah, dan drone bertenaga jet. Versi terbaru pencegat Patriot mampu mencegat rudal balistik jarak pendek, rudal jelajah, dan drone yang datang pada ketinggian hingga 15 kilometer (9,3 mil) dan jarak hingga 35 kilometer.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!