Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:01 WIB
Proyek KF-21 diluncurkan pada tahun 2015 untuk menggantikan armada pesawat F-4 dan F-5 Korea Selatan yang sudah tua dan mengembangkan platform pesawat tempur buatan dalam negeri.

Indonesia bergabung dengan program ini sebagai mitra pengembangan bersama pada tahun 2016, membantu memberikan momentum pada proyek tersebut dengan mengubahnya menjadi program berbagi biaya internasional pada saat menghadapi pertanyaan tentang anggaran besar dan tantangan teknologi.

Awalnya, Indonesia setuju untuk menanggung sekitar 20 persen dari biaya pengembangan KF-21, yang berjumlah 1,6 triliun won. Tetapi setelah Jakarta terlambat melakukan pembayaran, dengan alasan kesulitan ekonomi, Korea Selatan setuju untuk menurunkan kontribusi Indonesia menjadi 600 miliar won dan mengurangi cakupan transfer teknologi dan data pengembangan yang akan diberikan.

Proyek pengembangan KF-21 selesai bulan ini, sementara KF-21 produksi massal pertama diluncurkan pada bulan Maret dalam sebuah upacara yang dihadiri oleh Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.

Dengan selesainya pembayaran, Seoul sekarang diharapkan untuk meninjau transfer prototipe KF-21 ke Jakarta.

Pesawat yang dijanjikan Korea Selatan untuk dikirim ke Indonesia adalah prototipe kelima, yang melakukan penerbangan perdananya pada Mei 2023 dan sejak itu telah menjalani uji coba yang melibatkan radar pemindaian elektronik aktif dan pengisian bahan bakar di udara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!