Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia

Jum'at, 26 Juni 2026 - 13:27 WIB
Mengenai KD Maharaja Lela, Mohamed Khaled mengatakan kapal tersebut sedang menjalani serangkaian uji dan evaluasi bertahap untuk memverifikasi kinerja platform, navigasi, propulsi, dan sistem penting lainnya sebelum diterima secara resmi oleh Angkatan Laut Kerajaan Malaysia.

Dia mengatakan Uji Coba Laut yang dilakukan oleh LUNAS (Lumut Naval Shipyard) pada 29 April berjalan sesuai jadwal dan menunjukkan “kemajuan positif”.

“Penerimaan resmi kapal tersebut masih bergantung pada keberhasilan penyelesaian Sea Acceptance Trial (Uji Penerimaan Laut), perbaikan temuan teknis apa pun, dan verifikasi akhir oleh Angkatan Laut Kerajaan Malaysia,” katanya.

Sekadar diketahui, Norwegia telah membatalkan izin ekspor untuk rudal anti-kapal NSM dan sistem peluncur terkaitnya ke Malaysia dengan alasan keamanan nasional. Padahal Malaysia sudah membayar 95 persen dari nilai kontrak.

NSM adalah rudal anti-kapal jarak jauh yang mampu melakukan misi serangan maritim dengan kecepatan subsonik tinggi dengan jangkauan melebihi 300 km.

Menteri Pertahanan Norwegia Tore O Sandvik telah meminta maaf kepada Malaysia atas keputusan Norwegia untuk mencabut izin ekspor NSM yang ditujukan untuk Angkatan Laut Kerajaan Malaysia. Permintaan maaf tersebut disampaikan selama pertemuan dengan Mohamed Khaled di sela-sela forum Shangri-La Dialogue di Singapura pada 31 Mei lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!