9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas

Senin, 22 Juni 2026 - 12:36 WIB
Penduduk memancing hingga larut malam atau berkumpul di garis pantai Teluk Kola di bawah matahari yang tak kunjung terbenam. Malam kutub, dari awal Desember hingga pertengahan Januari, diimbangi oleh kehidupan budaya kota: teater, museum, dan kafe tetap ramai, dan jalanan yang diselimuti salju bersinar di bawah lampu neon dan, jika kondisi memungkinkan, aurora borealis.

8. Ilulissat, Greenland

Terletak di pantai barat Greenland di atas Lingkaran Arktik, Ilulissat bermandikan matahari tengah malam dari akhir Mei hingga akhir Juli. Cahaya di sini jernih, memantul dari gunung es yang hanyut melalui Ilulissat Icefjord yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO dalam prosesi yang lambat dan sunyi.

Penduduk setempat dan pengunjung berlama-lama di luar hingga larut malam, menyaksikan es berubah warna dari putih menjadi emas menjadi merah muda. Di musim dingin, malam kutub berlangsung dari akhir November hingga pertengahan Januari. Matahari tetap berada di bawah cakrawala, tetapi salju memantulkan cahaya senja yang lembut di siang hari, dan langit sering menyala dengan lengkungan hijau dan ungu dari aurora borealis. Kehidupan menyempit ke dalam ruangan-ruangan hangat—sup ikan yang mendidih di atas kompor, bengkel kerajinan, dan pertemuan komunitas yang membantu orang-orang melewati musim gelap.

9. Semenanjung Antartika

Pada musim panas di belahan bumi selatan, dari akhir Oktober hingga akhir Februari, Semenanjung Antartika adalah dunia dengan siang hari yang konstan. Matahari berada di ketinggian cahaya matahari menyinari pegunungan es, dan memiliki kejernihan yang tak ditemukan di tempat lain, memantul di sisi gletser dan mengubah air menjadi biru yang tampak mustahil.

Tim peneliti bekerja dengan jam kerja fleksibel, dan kapal ekspedisi mendarat di pantai yang dipenuhi penguin pada waktu yang terasa seperti siang hari abadi. Musim dingin membawa kebalikannya. Dari Mei hingga Juli, kegelapan menelan lanskap, dan hanya aurora australis dan kilauan terang Bima Sakti yang memecah kegelapan. Hanya sedikit yang mengalaminya, tetapi mereka yang mengalaminya menggambarkannya sebagai sesuatu yang luar biasa.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!