3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:30 WIB
"Memorandum Kesepahaman Islamabad antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran" yang terdiri dari 14 poin secara resmi ditandatangani oleh presiden kedua negara pada Kamis pagi, dengan teks yang telah diselesaikan dan perjanjian tersebut secara resmi berlaku. Perjanjian tersebut diselesaikan pada hari Minggu, setelah berbulan-bulan negosiasi intensif yang dimediasi oleh Pakistan, dengan dukungan dari negara-negara regional lainnya.

Berdasarkan MoU tersebut, perang di semua front, termasuk di Lebanon, harus segera diakhiri. AS juga perlu mencabut blokade angkatan laut ilegalnya terhadap Iran. MoU tersebut juga mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial.

3. Menanti Perjanjian Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah

Gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah dilaporkan mulai berlaku pukul 16.00 waktu setempat pada hari Jumat.

Namun, Israel, yang tidak dilibatkan dalam perundingan perdamaian, telah menjauhkan diri dari MoU AS-Iran dan terus menyerang daerah pemukiman di Lebanon selatan dan timur.

Meskipun ada laporan gencatan senjata antara Israel dan gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, yang mulai berlaku pukul 16.00 waktu setempat pada hari Jumat, serangan udara Israel baru dilaporkan terjadi di Lebanon selatan pada saat gencatan senjata tersebut dikatakan mulai berlaku.

Serangan Israel menargetkan wilayah luas di Lebanon selatan dan timur pada hari Jumat, menewaskan lebih dari 30 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Sebagai bentuk pembelaan terhadap agresi tersebut, pasukan Hizbullah melancarkan serangan terhadap pasukan Israel yang menginvasi wilayah itu pada hari yang sama, menewaskan 4 orang dan melukai lebih dari selusin tentara Israel lainnya di Lebanon selatan.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!