Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!

Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:55 WIB
“Pasar menyukai apa yang terjadi dengan harga minyak yang turun drastis, dan saham yang naik pesat. Kami mengharapkan gencatan senjata total di semua front, termasuk Lebanon, Hizbullah, dan Israel," paparnya.

Di sisi lain, Vance mengkritik kelompok garis keras Israel yang menentang kesepakatan AS-Iran, memperingatkan bahwa Israel tidak dapat menyelesaikan setiap masalah keamanan dengan cara membunuh.

Kritikan ini sebagai respons setelah PM Netanyahu menolak menarik pasukan Israel dari Lebanon meskipun nota kesepahaman AS-Iran mengamanatkan diakhirinya permusuhan di semua front, termasuk Lebanon.

“Apa proposal Anda yang sebenarnya?” kata Vance kepada The New York Times, menanggapi kritik dari kelompok garis keras Israel terhadap kesepakatan tersebut.

“Anda adalah negara dengan sembilan juta penduduk. Anda tidak bisa hanya menyelesaikan setiap masalah keamanan nasional Anda dengan cara membunuh.”

Vance mendesak Israel untuk memberi kesempatan pada diplomasi dan menunjukkan “sedikit penghargaan” kepada Washington.

Namun, Netanyahu bersikeras bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selatan selama Israel menganggapnya perlu. “Kami akan memulihkan keamanan di utara,” katanya pada hari Kamis, dengan alasan bahwa hal ini membutuhkan pemeliharaan “jalur keamanan” di Lebanon selatan.

Tak lama sebelum pernyataan Netanyahu, militer Israel atau IDF menerbitkan peta baru yang menunjukkan wilayah pendudukan yang membentang sekitar 10 km ke wilayah Lebanon. Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon, Suriah, dan Gaza selama diperlukan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!