Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Sabtu, 06 Juni 2026 - 13:26 WIB
Pemimpin Kremlin ini mengindikasikan bahwa tujuan serangan Oreshnik adalah untuk mengumpulkan informasi tentang kinerja rudal, selain menghancurkan target.
“Dan serangan terakhir, jujur saja, saya akan mengungkapkan rahasia militer negara yang besar kepada Anda—kami hanya menyerang di tempat yang mudah untuk mengamati dampaknya. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana blok-blok yang tersebar itu tergeletak. Setelah serangan, drone kami terbang masuk dan melihat bagaimana blok-blok yang terpisah itu ditempatkan. Kami menghitung semuanya hingga milimeter. Ini penting bagi kami agar di masa depan kami dapat membuat keputusan tentang penggunaan Oreshnik secara penuh terhadap target yang ditentukan, termasuk di daerah perkotaan yang padat penduduk,” imbuh dia.
Dia menekankan bahwa Rusia sengaja memilih target yang mudah, seperti gudang atau kawasan industri, sehingga drone tindak lanjut dapat secara tepat mengukur bagaimana hulu ledak mendarat dan tersebar. Namun, Ukraina menolak pernyataan ini sebagai kebohongan.
Menurut laporan media-media Ukraina, Moskow telah menghujani Ukraina dengan lebih banyak drone dan rudal berkecepatan tinggi daripada sebelumnya dalam upaya untuk melumpuhkan pertahanan udara Ukraina. Mereka telah menggunakan rudal balistik Oreshnik, Zircon, dan Iskander terhadap Ukraina dalam beberapa hari terakhir, selain puluhan drone Geran yang bergerak lambat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyebutkan ancaman yang ditimbulkan oleh rudal-rudal tersebut ketika melobi penambahan sistem pertahanan udara, seperti Patriot Amerika Serikat.
Merujuk pada serangan Oreshnik dalam surat kepada AS bulan lalu, Zelensky mengatakan, “Ini lebih besar dari sekadar Ukraina. Ini adalah pelajaran penting bagi keamanan seluruh komunitas Euro-Atlantik dan bagi sekutu Amerika di seluruh dunia, yang suatu hari nanti dapat menghadapi ancaman dari mitra dan proksi Rusia.”
Dia menambahkan bahwa Ukraina hampir sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Amerika Serikat untuk perlindungan terhadap rudal balistik Rusia, seraya menekankan kekurangan rudal pertahanan udara yang ampuh.
“Dan serangan terakhir, jujur saja, saya akan mengungkapkan rahasia militer negara yang besar kepada Anda—kami hanya menyerang di tempat yang mudah untuk mengamati dampaknya. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana blok-blok yang tersebar itu tergeletak. Setelah serangan, drone kami terbang masuk dan melihat bagaimana blok-blok yang terpisah itu ditempatkan. Kami menghitung semuanya hingga milimeter. Ini penting bagi kami agar di masa depan kami dapat membuat keputusan tentang penggunaan Oreshnik secara penuh terhadap target yang ditentukan, termasuk di daerah perkotaan yang padat penduduk,” imbuh dia.
Dia menekankan bahwa Rusia sengaja memilih target yang mudah, seperti gudang atau kawasan industri, sehingga drone tindak lanjut dapat secara tepat mengukur bagaimana hulu ledak mendarat dan tersebar. Namun, Ukraina menolak pernyataan ini sebagai kebohongan.
Menurut laporan media-media Ukraina, Moskow telah menghujani Ukraina dengan lebih banyak drone dan rudal berkecepatan tinggi daripada sebelumnya dalam upaya untuk melumpuhkan pertahanan udara Ukraina. Mereka telah menggunakan rudal balistik Oreshnik, Zircon, dan Iskander terhadap Ukraina dalam beberapa hari terakhir, selain puluhan drone Geran yang bergerak lambat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyebutkan ancaman yang ditimbulkan oleh rudal-rudal tersebut ketika melobi penambahan sistem pertahanan udara, seperti Patriot Amerika Serikat.
Merujuk pada serangan Oreshnik dalam surat kepada AS bulan lalu, Zelensky mengatakan, “Ini lebih besar dari sekadar Ukraina. Ini adalah pelajaran penting bagi keamanan seluruh komunitas Euro-Atlantik dan bagi sekutu Amerika di seluruh dunia, yang suatu hari nanti dapat menghadapi ancaman dari mitra dan proksi Rusia.”
Dia menambahkan bahwa Ukraina hampir sepenuhnya bergantung pada pasokan dari Amerika Serikat untuk perlindungan terhadap rudal balistik Rusia, seraya menekankan kekurangan rudal pertahanan udara yang ampuh.
Lihat Juga :