Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Kamis, 04 Juni 2026 - 09:20 WIB
Sebelum percakapan tersebut, Trump dilaporkan mengetahui bahwa Hizbullah, milisi pro-Iran yang beroperasi dari Lebanon, telah menembaki Israel dan bahwa Tel Aviv perlu membela diri. Tetapi sumber-sumber Amerika mengatakan bahwa Trump merasa, dalam beberapa hari terakhir, Netanyahu telah meningkatkan eskalasi secara tidak proporsional.
Setelah percakapan telepon dengan Netanyahu, yang dia sebut sebagai "produktif", Trump mengatakan bahwa tidak ada pasukan Israel yang akan menuju Ibu Kota Lebanon, Beirut.
"Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, memintanya untuk tidak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih, Bibi!" tulisnya di platform Truth Social miliknya.
Pemimpin AS itu menambahkan, "Saya juga berbicara dengan perwakilan para pemimpin Hizbullah, dan mereka setuju untuk berhenti menembak Israel dan tentaranya. Demikian pula, Israel setuju untuk berhenti menembak mereka. Mari kita lihat berapa lama itu akan bertahan—Semoga itu akan berlangsung SELAMANYA!"
Netanyahu juga mengonfirmasi percakapan telepon tersebut tetapi menganggapnya bukan sebagai pengekangan, melainkan lebih sebagai peringatan, dengan mengatakan bahwa dia memberi tahu Trump bahwa Israel akan menyerang target di Beirut jika serangan Hizbullah tidak berhenti.
Setelah percakapan telepon dengan Netanyahu, yang dia sebut sebagai "produktif", Trump mengatakan bahwa tidak ada pasukan Israel yang akan menuju Ibu Kota Lebanon, Beirut.
"Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini, memintanya untuk tidak melakukan serangan besar-besaran ke Beirut, Lebanon. Dia memutar balik pasukannya. Terima kasih, Bibi!" tulisnya di platform Truth Social miliknya.
Pemimpin AS itu menambahkan, "Saya juga berbicara dengan perwakilan para pemimpin Hizbullah, dan mereka setuju untuk berhenti menembak Israel dan tentaranya. Demikian pula, Israel setuju untuk berhenti menembak mereka. Mari kita lihat berapa lama itu akan bertahan—Semoga itu akan berlangsung SELAMANYA!"
Netanyahu juga mengonfirmasi percakapan telepon tersebut tetapi menganggapnya bukan sebagai pengekangan, melainkan lebih sebagai peringatan, dengan mengatakan bahwa dia memberi tahu Trump bahwa Israel akan menyerang target di Beirut jika serangan Hizbullah tidak berhenti.
(mas)
Lihat Juga :