TV Zionis Bocorkan Taktik Rahasia AS-Israel untuk Merebut Uranium Iran
Kamis, 21 Mei 2026 - 10:20 WIB
Komentar tersebut tampaknya bertentangan dengan klaim Israel dan AS sebelumnya bahwa persediaan uranium yang diperkaya Iran terkubur jauh di bawah fasilitas yang sangat terlindungi.
Laporan itu meningkatkan pengawasan terhadap retorika Israel yang semakin agresif seputar program nuklir Iran dan kemungkinan tindakan militer unilateral.
Para anggota Knesset oposisi menuntut penyelidikan yang mendesak atas kebocoran informasi rahasia tersebut, memperingatkan bahwa pengungkapan itu dapat memicu ketegangan regional dan melemahkan koordinasi keamanan dengan Washington.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Gadi Eisenkot, mengecam laporan tersebut sebagai "perdagangan informasi keamanan nasional yang sembrono", dan mengatakan bahwa dia menduga informasi tersebut berasal dari "pejabat pemerintah senior".
"Ini adalah laporan yang harus diselidiki sepenuhnya," tulis Eisenkot di X, seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (21/5/2026).
"Siapa pun yang memperdagangkan informasi semacam ini telah meninggalkan tanggung jawab dan penilaian yang baik dan tidak layak untuk memimpin," lanjut dia.
Riklin menolak kritik tersebut, dan menegaskan bahwa "tidak ada yang rahasia" yang diungkapkan oleh Channel 14.
Laporan itu meningkatkan pengawasan terhadap retorika Israel yang semakin agresif seputar program nuklir Iran dan kemungkinan tindakan militer unilateral.
Para anggota Knesset oposisi menuntut penyelidikan yang mendesak atas kebocoran informasi rahasia tersebut, memperingatkan bahwa pengungkapan itu dapat memicu ketegangan regional dan melemahkan koordinasi keamanan dengan Washington.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Gadi Eisenkot, mengecam laporan tersebut sebagai "perdagangan informasi keamanan nasional yang sembrono", dan mengatakan bahwa dia menduga informasi tersebut berasal dari "pejabat pemerintah senior".
"Ini adalah laporan yang harus diselidiki sepenuhnya," tulis Eisenkot di X, seperti dikutip dari The New Arab, Kamis (21/5/2026).
"Siapa pun yang memperdagangkan informasi semacam ini telah meninggalkan tanggung jawab dan penilaian yang baik dan tidak layak untuk memimpin," lanjut dia.
Riklin menolak kritik tersebut, dan menegaskan bahwa "tidak ada yang rahasia" yang diungkapkan oleh Channel 14.
Lihat Juga :