Koalisi Penguasa Israel Ajukan RUU untuk Bubarkan Knesset
Selasa, 19 Mei 2026 - 17:23 WIB
Pada hari Selasa, Netanyahu memberi tahu anggota Haredi di Knesset bahwa ia menghadapi kesulitan dalam meloloskan RUU yang membebaskan siswa yeshiva dari wajib militer, karena kurangnya mayoritas di Knesset saat ini, menurut situs berita Israel Walla.
Sebagai tanggapan, kaum Haredi mengatakan mereka akan mendukung pembubaran Knesset dan mempercepat pemilihan umum, yang semula dijadwalkan pada akhir Oktober, jika RUU tersebut tidak disahkan.
Tak lama kemudian, partai Yesh Atid, yang dipimpin pemimpin oposisi Yair Lapid, dan Partai Demokrat, yang dipimpin Yair Golan, mengajukan RUU untuk membubarkan Knesset, yang menunjukkan RUU tersebut akan diajukan untuk pemungutan suara di Knesset pekan depan.
Menurut para pengamat, oposisi Israel menyelaraskan diri dengan kaum Haredi dalam langkah ini, mendorong pemilihan umum dini, langkah yang berpotensi menggulingkan Netanyahu dari jabatan perdana menteri setelah pemilihan berikutnya.
Baca juga: Menhan Sjafrie Sangkal Surat yang Diteken Beri Akses Udara Indonesia untuk Jet Tempur AS
Sebagai tanggapan, kaum Haredi mengatakan mereka akan mendukung pembubaran Knesset dan mempercepat pemilihan umum, yang semula dijadwalkan pada akhir Oktober, jika RUU tersebut tidak disahkan.
Tak lama kemudian, partai Yesh Atid, yang dipimpin pemimpin oposisi Yair Lapid, dan Partai Demokrat, yang dipimpin Yair Golan, mengajukan RUU untuk membubarkan Knesset, yang menunjukkan RUU tersebut akan diajukan untuk pemungutan suara di Knesset pekan depan.
Menurut para pengamat, oposisi Israel menyelaraskan diri dengan kaum Haredi dalam langkah ini, mendorong pemilihan umum dini, langkah yang berpotensi menggulingkan Netanyahu dari jabatan perdana menteri setelah pemilihan berikutnya.
Baca juga: Menhan Sjafrie Sangkal Surat yang Diteken Beri Akses Udara Indonesia untuk Jet Tempur AS
(sya)
Lihat Juga :