Pakar Peringatkan AS Tak Gegabah Serang Iran dengan Rudal Hipersonik Dark Eagle, Ini 3 Alasannya

Minggu, 03 Mei 2026 - 07:48 WIB
Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa dokumen "Request for Forces" menguraikan bahwa peluncur rudal Iran telah dipindahkan ke luar jangkauan serangan Precision Strike Missile (PSM) atau Rudal Serangan Presisi, yang memiliki jangkauan lebih dari 300 mil.

Menurut para pakar, ada tiga alasan mengapa Trump harus menahan diri dari mengerahkan rudal hipersonik Dark Eagle ke Timur Tengah.

Salah satu alasan utama adalah risiko meningkatnya konflik dengan memprovokasi Iran. “Karena senjata-senjata ini sering dianggap membawa hulu ledak nuklir—meskipun tidak dalam kasus ini—hal itu dapat dianggap, bahkan jika salah, sebagai langkah besar untuk memenuhi ancaman Trump untuk memusnahkan peradaban Iran,” kata James Pattison, profesor politik di Universitas Manchester, kepada The i Paper, yang dilansir Minggu (3/5/2026).

Dr Sidharth Kaushal, peneliti senior di Royal United Services Institute, mengatakan kepada The i Paper bahwa pengerahan senjata semacam itu dapat membawa pesan ganda: peringatan yang ditujukan kepada kepemimpinan Iran, atau sinyal yang lebih tidak langsung kepada China dan Rusia tentang kemampuan AS.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei berjanji untuk melindungi kemampuan nuklir Iran dan memperingatkan bahwa negara itu akan melawan setiap penyalahgunaan Selat Hormuz oleh musuh-musuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!