Wanita Iran Bergaya Hidup Mewah yang Ditangkap di AS Ternyata Bukan Kerabat Jenderal Soleimani

Jum'at, 24 April 2026 - 13:04 WIB
Soleimani, yang memimpin faksi Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS saat berada di ibu kota Irak, Baghdad, pada Januari 2020.

Konvoi yang menjadi sasarannya juga membawa sejumlah pemimpin senior Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF). Wakil kepala PMF, Abu Mahdi al-Muhandis, juga tewas dalam serangan itu.

Fakta baru ini mendukung komentar yang dibuat oleh putri Soleimani, Zeinab, pada awal April, di mana dia membantah memiliki hubungan apa pun dengan kedua wanita yang ditangkap AS tersebut.

Pada saat penangkapan Soleimani Afshar, Departemen Luar Negeri AS juga mengatakan bahwa dia secara terbuka memuji Republik Islam.

"Seperti yang diidentifikasi oleh pemberitaan pers dan komentar media sosialnya sendiri, Soleimani Afshar adalah pendukung vokal rezim totaliter dan teroris di Iran," kata departemen tersebut.

Departemen itu juga mengeklaim bahwa dia telah "memuji Pemimpin Tertinggi Iran yang baru" Mojtaba Khamenei dan "mengecam Amerika sebagai 'Setan Besar'".

Namun, menurut Drop Site News, meskipun dia menentang pemimpin monarki Reza Pahlavi dan menentang perang Donald Trump terhadap Iran, Soleimani Afshar dan putrinya adalah pembangkang dan harus melarikan diri dari Iran demi keselamatan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!