Iran Mulai Senggol Selat Malaka, Sebut Respons Reaksi Berantai dari Selat Hormuz
Selasa, 21 April 2026 - 12:00 WIB
“Setiap tindakan jahat akan memicu reaksi berantai,” imbuh Velayati.
Teheran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz pada Sabtu malam waktu setempat, hanya sehari setelah menyatakan jalur air tersebut terbuka untuk kapal komersial.
Dalam sebuah pernyataan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan Selat Hormuz akan ditutup hingga blokade AS terhadap pelabuhan Iran dicabut, memperingatkan bahwa mendekati selat tersebut akan dianggap sebagai “kerja sama dengan musuh” dan kapal yang melakukannya akan menjadi sasaran.
Ketegangan yang kembali meningkat di jalur sempit tersebut telah memperdalam kekhawatiran akan eskalasi baru setelah gencatan senjata selama dua minggu berakhir pada hari Rabu, sementara para mediator Pakistan berupaya mengatur putaran negosiasi langsung lainnya antara Iran dan Amerika Serikat.
Hu Bo, direktur South China Sea Strategic Situation Probing Initiative, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Beijing, mengatakan komentar Velayati dapat dilihat sebagai upaya untuk menarik lebih banyak perhatian pada krisis Hormuz.
Namun, dia mengatakan dinamika geopolitik di Asia Tenggara berbeda dari yang ada di Selat Hormuz, dan Selat Malaka kemungkinan besar tidak akan menghadapi gangguan seperti yang terjadi di Timur Tengah.
Teheran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz pada Sabtu malam waktu setempat, hanya sehari setelah menyatakan jalur air tersebut terbuka untuk kapal komersial.
Dalam sebuah pernyataan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan Selat Hormuz akan ditutup hingga blokade AS terhadap pelabuhan Iran dicabut, memperingatkan bahwa mendekati selat tersebut akan dianggap sebagai “kerja sama dengan musuh” dan kapal yang melakukannya akan menjadi sasaran.
Ketegangan yang kembali meningkat di jalur sempit tersebut telah memperdalam kekhawatiran akan eskalasi baru setelah gencatan senjata selama dua minggu berakhir pada hari Rabu, sementara para mediator Pakistan berupaya mengatur putaran negosiasi langsung lainnya antara Iran dan Amerika Serikat.
Hu Bo, direktur South China Sea Strategic Situation Probing Initiative, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Beijing, mengatakan komentar Velayati dapat dilihat sebagai upaya untuk menarik lebih banyak perhatian pada krisis Hormuz.
Namun, dia mengatakan dinamika geopolitik di Asia Tenggara berbeda dari yang ada di Selat Hormuz, dan Selat Malaka kemungkinan besar tidak akan menghadapi gangguan seperti yang terjadi di Timur Tengah.
Lihat Juga :