Database 400.000 Artikel Bongkar Dugaan Pola Propaganda China
Rabu, 15 April 2026 - 13:06 WIB
Hilangnya Kata 'Mongolia'
Borjgin telah mengembangkan proyek ini berdasarkan pengalaman pribadinya. Pada 2020, dia mengikuti program pendidikan ulang politik, di mana dia diberitahu bahwa bahasa Mongolia dianggap “terbelakang” dan tidak sesuai untuk ilmu pengetahuan modern.
Melalui analisis data dalam PropagandaScope, dia menemukan bahwa kata “Mongolia” hampir sepenuhnya hilang dari publikasi resmi. Dari lebih dari 400.000 artikel yang dianalisis, istilah tersebut hanya muncul satu kali, dan itu pun dalam judul sebuah konferensi.
Sebagai gantinya, istilah tersebut digantikan dengan frasa yang lebih netral secara geografis. “Dalam bahasa PKC, orang Mongolia tidak lagi diposisikan sebagai kelompok masyarakat, melainkan sebagai lokasi,” ujar Introvigne.
Proyek ini juga menunjukkan bagaimana narasi ideologis disebarkan secara bertahap sebelum menjadi kebijakan resmi. Frasa “membangun rasa komunitas bangsa China yang kuat,” yang kini menjadi bagian penting dari kebijakan etnis China, tercatat lebih dulu muncul secara intens di media resmi di Xinjiang dibandingkan media nasional seperti People’s Daily.
Wilayah lain seperti Tibet dan Ningxia menunjukkan pola serupa. Ketika frasa tersebut akhirnya diadopsi dalam undang-undang oleh Kongres Rakyat Nasional, kampanye propaganda disebut telah lebih dulu berjalan.
Lihat Juga :