China Sebut Blokade AS terhadap Pelabuhan Iran Tindakan Berbahaya dan Tak Bertanggung Jawab

Selasa, 14 April 2026 - 16:19 WIB
“Kedua belah pihak menegaskan, selama panggilan telepon tersebut, perlunya memperkuat koordinasi dan mengintensifkan upaya bersama untuk menghentikan eskalasi dengan cara yang membuka jalan untuk mengatasi akar krisis melalui cara damai dan dialog, yang mengarah pada tercapainya kesepakatan akhir yang menghasilkan perdamaian abadi,” ungkap kementerian tersebut.

Sementara itu, blokade yang diumumkan AS terhadap pelabuhan Iran mungkin tampak “kontraintuitif” dalam membatasi transit laut lebih lanjut, tetapi dapat terbukti sebagai strategi ekonomi yang efektif terhadap Iran, menurut Mohamad Elmasry, profesor di Institut Studi Pascasarjana Doha.

“Jika berhasil, itu akan benar-benar menghantam Iran di titik yang paling menyakitkan secara ekonomi,” kata Elmasry kepada Al Jazeera. “Iran tidak akan dapat mengekspor minyak, setidaknya tidak pada tingkat yang sama… Iran juga tidak akan dapat memperoleh pungutan tol.”

Ia menambahkan, “Dalam beberapa hal, ini memperkuat apa yang dilakukan Iran dengan blokade mereka, yang membuat ini sangat mahal bagi semua orang dan bagi ekonomi global.”

Baca juga: Inti Perselisihan: AS Tuntut Iran Bekukan Pengayaan Uranium 20 Tahun, Teheran Maunya 5 Tahun
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!