China Sebut Blokade AS terhadap Pelabuhan Iran Tindakan Berbahaya dan Tak Bertanggung Jawab
Selasa, 14 April 2026 - 16:19 WIB
Tank dan rudal produksi dalam negeri dipamerkan di Teheran, Iran pada 25 Maret 2026. Foto/Anadolu Agency
BEIJING - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Guo Jiakun, mengatakan Amerika Serikat (AS) "meningkatkan operasi militer dan melakukan tindakan blokade yang ditargetkan, yang hanya akan memperburuk ketegangan dan merusak kesepakatan gencatan senjata yang sudah rapuh".
Dalam konferensi pers, ia mengatakan langkah AS tersebut "semakin membahayakan keamanan jalur melalui Selat", menyebutnya sebagai "perilaku berbahaya dan tidak bertanggung jawab".
Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, telah berbicara dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, mereka membahas perkembangan regional terbaru, termasuk yang terkait dengan gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, "dan perlunya mengkonsolidasikannya dengan cara yang berkontribusi pada peningkatan keamanan dan stabilitas".
Dalam konferensi pers, ia mengatakan langkah AS tersebut "semakin membahayakan keamanan jalur melalui Selat", menyebutnya sebagai "perilaku berbahaya dan tidak bertanggung jawab".
Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, telah berbicara dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Qatar, mereka membahas perkembangan regional terbaru, termasuk yang terkait dengan gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran, "dan perlunya mengkonsolidasikannya dengan cara yang berkontribusi pada peningkatan keamanan dan stabilitas".
Lihat Juga :