Iran Merespons Langkah Trump Blokade Selat Hormuz: 'AS Akan Terperangkap dalam Pusaran Maut!'

Senin, 13 April 2026 - 07:03 WIB
"Saya ragu mereka akan melakukan itu, karena saya memiliki hubungan, dan saya pikir mereka tidak akan melakukan itu, tetapi mungkin mereka sedikit melakukannya di awal," katanya. "Tetapi jika kita menangkap mereka melakukan itu, mereka akan dikenakan tarif 50 persen," kata Trump.

Pada Selasa pekan lalu, Trump mem-posting di Truth Social: "Seluruh peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah dihidupkan kembali".

Dalam wawancara Fox News, dia mengatakan bahwa ancaman sebelumnya telah membawa Iran ke meja perundingan. Dia juga menyinggung pernyataan-pernyataan dari Republik Islam Iran, termasuk "Matilah Amerika. Matilah Israel. Amerika adalah Setan."

Trump mengeluarkan peringatan baru bahwa Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur sipil Iran jika para pemimpinnya tidak setuju untuk meninggalkan program nuklirnya. "Dalam setengah hari, mereka tidak akan memiliki satu jembatan pun yang berdiri, mereka tidak akan memiliki satu pembangkit listrik pun yang berdiri, dan mereka akan kembali ke zaman batu," katanya.

Membela blokade yang direncanakan, Trump mengatakan Iran tidak dapat memutuskan kapal mana yang dapat melewati Selat Hormuz.

"Kita tidak akan membiarkan Iran menghasilkan uang dengan menjual minyak kepada orang-orang yang mereka sukai," katanya kepada Fox News, Senin (13/4/2026). "Ini akan menjadi semuanya atau tidak sama sekali, dan begitulah adanya."

Dia membandingkan operasi tersebut dengan blokade AS terhadap Venezuela, meskipun dalam skala yang lebih besar, dan menyarankan bahwa lebih banyak kapal tanker akan dialihkan ke Amerika Serikat untuk membeli minyak sebagai akibatnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!