Pemimpin Oposisi Taiwan Sowan ke Beijing, Presiden China Xi Jinping Sesumbar Kebangkitan Besar
Sabtu, 11 April 2026 - 09:53 WIB
“Semoga… Selat Taiwan tidak lagi menjadi titik konflik geopolitik dan tidak akan pernah menjadi papan catur untuk campur tangan kekuatan eksternal,” katanya, seperti dikutip Taipei Times.
“Kami menyambut baik setiap usulan yang kondusif bagi perkembangan damai hubungan lintas Selat dan akan mengerahkan segala upaya untuk memajukan setiap usaha yang mendorong perkembangan tersebut,” kata Xi dalam pidatonya di Balai Agung Rakyat Beijing.
Xi menambahkan kekuatan yang mempromosikan “kemerdekaan Taiwan” adalah pemicu utama ketegangan di kawasan tersebut.
“Tidak peduli bagaimana lanskap internasional dan situasi di seberang Selat Taiwan berkembang, tren utama menuju kebangkitan besar bangsa China tidak akan berubah,” kata Xi.
Cheng setuju bahwa baik KMT maupun Partai Komunis China harus menjunjung tinggi ‘Konsensus 1992,’ di mana Taipei dan Beijing mengakui hanya ada satu China.
“Kami menyambut baik setiap usulan yang kondusif bagi perkembangan damai hubungan lintas Selat dan akan mengerahkan segala upaya untuk memajukan setiap usaha yang mendorong perkembangan tersebut,” kata Xi dalam pidatonya di Balai Agung Rakyat Beijing.
Xi menambahkan kekuatan yang mempromosikan “kemerdekaan Taiwan” adalah pemicu utama ketegangan di kawasan tersebut.
“Tidak peduli bagaimana lanskap internasional dan situasi di seberang Selat Taiwan berkembang, tren utama menuju kebangkitan besar bangsa China tidak akan berubah,” kata Xi.
Cheng setuju bahwa baik KMT maupun Partai Komunis China harus menjunjung tinggi ‘Konsensus 1992,’ di mana Taipei dan Beijing mengakui hanya ada satu China.
Lihat Juga :