Macron Desak Negara-negara Seluruh Dunia Tak Menjadi Bawahan AS Maupun China

Sabtu, 04 April 2026 - 12:36 WIB
“Tujuan kita bukanlah menjadi bawahan dari dua kekuatan hegemonik...Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China, (dan) kita tidak ingin terlalu terpapar pada ketidakpastian AS,” imbuh dia, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (4/4/2026).

Macron menolak untuk mendukung perang AS dan Israel terhadap Iran dan membalas Trump, yang mengejek NATO sebagai "macan kertas" setelah anggota NATO Eropa menolak untuk menjawab seruannya untuk membuka blokade Selat Hormuz.

“Saya tidak percaya bahwa kita akan memperbaiki situasi hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” kata pemimpin Prancis itu, merujuk pada intervensi AS di Timur Tengah di masa lalu dan sekarang.

Menurut laporan The New York Times, Prancis bergabung dengan Rusia dan China dalam menentang resolusi Dewan Keamanan PBB yang akan mengizinkan tindakan militer terhadap Iran untuk membuka Selat Hormuz. Pemungutan suara, yang awalnya dijadwalkan pada hari Jumat, telah ditunda.

Macron telah secara signifikan meningkatkan pengeluaran pertahanan Prancis dalam beberapa tahun terakhir, dengan fokus pada kemampuan rudal, drone, dan kapal selam. Bulan lalu, dia mengatakan Prancis dapat memperluas payung nuklirnya untuk melindungi Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!