Ancaman Utama AS Bukanlah Iran, tapi Korea Utara, Ini Analisisnya
Minggu, 29 Maret 2026 - 20:31 WIB
Ancaman utama AS bukanlah Iran. Foto/X/@5th_pass
PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengamati uji coba mesin berbahan bakar padat yang telah ditingkatkan untuk senjata yang mampu mencapai daratan AS. Dia menyebutnya sebagai perkembangan signifikan yang meningkatkan persenjataan militer strategis negaranya, demikian dilaporkan media pemerintah pada hari Minggu.
Meskipun uji coba tersebut sejalan dengan tujuan Kim yang dinyatakan untuk memperoleh rudal yang lebih lincah dan sulit dideteksi yang menargetkan AS dan sekutunya, beberapa ahli berspekulasi bahwa klaim Korea Utara mungkin berlebihan. Rudal dengan propelan padat terintegrasi lebih mudah dipindahkan dan disembunyikan peluncurannya daripada senjata berbahan bakar cair, yang, secara umum, harus diisi bahan bakar sebelum lepas landas dan tidak dapat bertahan lama.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi melaporkan bahwa Kim menyaksikan uji coba jet darat dari mesin yang menggunakan material komposit serat karbon. Dikatakan bahwa daya dorong maksimum mesin tersebut adalah 2.500 kilonewton, naik dari sekitar 1.970 kilonewton yang dilaporkan dalam uji mesin berbahan bakar padat serupa pada bulan September.
Foto tanpa tanggal yang diberikan oleh pemerintah Korea Utara menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai uji mesin di lokasi yang dirahasiakan. Peristiwa tersebut tidak diliput oleh wartawan independen. Foto tersebut menunjukkan semburan api besar yang keluar dari rudal.
Meskipun uji coba tersebut sejalan dengan tujuan Kim yang dinyatakan untuk memperoleh rudal yang lebih lincah dan sulit dideteksi yang menargetkan AS dan sekutunya, beberapa ahli berspekulasi bahwa klaim Korea Utara mungkin berlebihan. Rudal dengan propelan padat terintegrasi lebih mudah dipindahkan dan disembunyikan peluncurannya daripada senjata berbahan bakar cair, yang, secara umum, harus diisi bahan bakar sebelum lepas landas dan tidak dapat bertahan lama.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi melaporkan bahwa Kim menyaksikan uji coba jet darat dari mesin yang menggunakan material komposit serat karbon. Dikatakan bahwa daya dorong maksimum mesin tersebut adalah 2.500 kilonewton, naik dari sekitar 1.970 kilonewton yang dilaporkan dalam uji mesin berbahan bakar padat serupa pada bulan September.
Foto tanpa tanggal yang diberikan oleh pemerintah Korea Utara menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai uji mesin di lokasi yang dirahasiakan. Peristiwa tersebut tidak diliput oleh wartawan independen. Foto tersebut menunjukkan semburan api besar yang keluar dari rudal.
Lihat Juga :