Jepang Peringatkan Operasi Pengaruh Asing Terkait China

Rabu, 25 Maret 2026 - 10:41 WIB
Jaringan yang sama disebut menargetkan tokoh politik di Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump, dengan kritik terhadap kebijakan narkotika dan imigrasi.

Analisis menunjukkan bahwa hampir setengah dari akun yang diidentifikasi turut menyebarkan konten terkait Trump.

Para analis menilai tujuan utama kampanye ini bukan untuk langsung memengaruhi opini publik secara luas, melainkan menanamkan narasi yang dapat berkembang secara organik di ekosistem digital.

Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa operasi pengaruh yang dikaitkan dengan China semakin meluas, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Menurut Google Threat Intelligence Group, jaringan Dragonbridge merupakan salah satu operasi pengaruh pro-China terbesar yang saat ini dipantau.

Kelompok tersebut mencatat bahwa kampanye serupa telah menargetkan isu-isu politik di berbagai negara, termasuk hubungan Jepang–Taiwan, sengketa Laut China Selatan, serta dinamika politik di India dan Filipina.

Selain operasi informasi, investigasi juga menemukan adanya aktivitas spionase siber yang memengaruhi puluhan negara.

Respons Jepang dan China



Pemerintah Jepang menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan kerentanan dalam ekosistem informasi modern.

Pejabat pemerintah menilai operasi semacam itu berpotensi memengaruhi integritas pemilu dan membentuk opini publik secara tidak sah.

Seorang juru bicara kantor Takaichi menyatakan bahwa pihaknya menyadari adanya aktivitas media sosial yang mencurigakan dan menganggapnya sebagai isu keamanan nasional.

Sementara itu, pemerintah China membantah tuduhan tersebut.

Seorang juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menyebut temuan tersebut “tidak berdasar” dan menegaskan bahwa pemerintah China menentang penggunaan akun palsu atau disinformasi untuk memengaruhi opini publik.

Para analis menilai kasus ini mencerminkan perubahan lanskap persaingan geopolitik di era digital.

Dengan berkembangnya teknologi kecerdasan buatan, media sosial, dan jaringan komunikasi global, potensi intervensi lintas negara dalam proses politik semakin meningkat.

Bagi Jepang, temuan ini menunjukkan bahwa dinamika politik domestik kini semakin terhubung dengan kompetisi global dalam ruang informasi digital.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!