Harga Avtur Naik Hampir 83% dalam Sebulan, Maskapai Penerbangan Dunia Kelimpungan
Rabu, 18 Maret 2026 - 13:22 WIB
Lonjakan ini mengikuti lonjakan 58,4% pada pembacaan mingguan sebelumnya, yang menggarisbawahi laju pergerakan pasar yang cepat.
Lonjakan ini diperkirakan akan sangat membebani margin maskapai penerbangan, karena bahan bakar tetap menjadi salah satu biaya operasional terbesar di industri ini.
IATA mencatat kenaikan harga mendadak cenderung lebih merusak daripada harga tinggi yang berkelanjutan, karena maskapai penerbangan memiliki lebih sedikit waktu untuk menyesuaikan tarif, kapasitas, dan strategi pengadaan.
Kenaikan terbaru ini terjadi ketika maskapai penerbangan juga menghadapi gangguan yang lebih luas terkait dengan konflik Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan, penangguhan layanan, dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Harga minyak mentah Brent naik hingga mencapai USD119,5 per barel setelah peluncuran serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sebelum stabil di sekitar USD100.
Lonjakan ini diperkirakan akan sangat membebani margin maskapai penerbangan, karena bahan bakar tetap menjadi salah satu biaya operasional terbesar di industri ini.
IATA mencatat kenaikan harga mendadak cenderung lebih merusak daripada harga tinggi yang berkelanjutan, karena maskapai penerbangan memiliki lebih sedikit waktu untuk menyesuaikan tarif, kapasitas, dan strategi pengadaan.
Kenaikan terbaru ini terjadi ketika maskapai penerbangan juga menghadapi gangguan yang lebih luas terkait dengan konflik Timur Tengah, termasuk pengalihan rute penerbangan, penangguhan layanan, dan biaya operasional yang lebih tinggi.
Harga minyak mentah Brent naik hingga mencapai USD119,5 per barel setelah peluncuran serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, sebelum stabil di sekitar USD100.
Lihat Juga :