Pejabat AS Ungkap Israel Kehabisan Rudal Pencegat akibat Perang Melawan Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:06 WIB
Juga tidak jelas apakah AS mungkin akan berusaha untuk menjual atau berbagi pencegat rudalnya sendiri dengan Israel, yang akan menimbulkan tekanan tersendiri pada pasokan domestik. AS telah memasukkan aset pertahanan rudal dalam penyediaan bantuan militer kepada Israel di masa lalu.

“Kami memiliki semua yang kami butuhkan untuk melindungi pangkalan dan personel kami di wilayah tersebut dan kepentingan kami,” kata pejabat AS itu, menambahkan, "Israel sedang mencari solusi untuk mengatasi kekurangan mereka."

Israel memiliki cara lain untuk bertahan melawan rudal Iran selama perang, termasuk melalui jet tempur, tetapi pencegat rudal termasuk di antara senjata pertahanan yang paling efektif terhadap tembakan jarak jauh.

Sistem pertahanan rudal Iron Dome dirancang untuk menangkis tembakan jarak dekat (4-70 km). Sedangkan untuk mengatasi serangan rudal jarak menengah (300 km), Israel mengandalkan sistem pertahanan David's Sling. Kemudian untuk mengatasi rudal jarak jauh—seperti rudal balistik antarbenua—, Israel mengandalkan sistem pertahanan Arrow.

Presiden Donald Trump mengatakan awal bulan ini bahwa AS memiliki persediaan amunisi yang "hampir tak terbatas", meskipun para analis telah lama mengatakan persediaan AS lebih rendah daripada yang diinginkan militer.

Pada Juni lalu, AS menembakkan lebih dari 150 pencegat THAAD selama perang 12 hari dengan Iran, menurut temuan Center for Strategic and International Studies (CSIS)—yang diyakini sekitar seperempat dari persediaan AS pada saat itu. AS juga diyakini telah menggunakan pencegat Patriot senilai sekitar USD2,4 miliar dalam lima hari pertama perang ini, menurut beberapa laporan.

Pada bulan Januari, Pentagon mengambil langkah untuk mulai meningkatkan produksi sistem pertahanan rudal THAAD secara substansial. Pejabat AS mengatakan bahwa pemerintah memiliki banyak THAAD dan jet tempur, serta pencegat tingkat menengah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!