Inilah Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Utama Iran yang Ingin Direbut Trump
Kamis, 12 Maret 2026 - 10:12 WIB
AS dan Israel, pada kenyataannya, menjual senjata ke Iran selama perang melawan Irak, memandang pemerintahan Arab sekuler Saddam Hussein sebagai musuh yang lebih besar daripada Republik Islam Iran.
Beberapa penjualan merupakan bagian dari skandal Iran-Contra, di mana hasilnya digunakan secara ilegal untuk mendukung pemberontak anti-Marxis di Nikaragua.
Pemerintahan Trump telah lama mencatat pernyataan presiden AS dari tahun 1980-an, misalnya, yang mendukung tarif, sebagai bukti bahwa dia sangat berkomitmen pada pendiriannya.
Perang AS-Israel terhadap Iran telah menyebabkan krisis energi terburuk sejak embargo minyak Arab tahun 1970-an, yang menurut Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya dilakukan sebagai tanggapan atas dukungan AS terhadap Israel selama Perang Arab-Israel tahun 1973.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia melewati Selat Hormuz, yang secara efektif tertutup bagi semua kecuali pemilik kapal yang paling berani.
Bloomberg melaporkan bahwa Iran masih memuat minyak di Pulau Kharg hingga Sabtu, satu minggu setelah dimulainya serangan AS-Israel, tetapi tidak jelas apakah operasi tersebut masih berlangsung.
Beberapa penjualan merupakan bagian dari skandal Iran-Contra, di mana hasilnya digunakan secara ilegal untuk mendukung pemberontak anti-Marxis di Nikaragua.
Pemerintahan Trump telah lama mencatat pernyataan presiden AS dari tahun 1980-an, misalnya, yang mendukung tarif, sebagai bukti bahwa dia sangat berkomitmen pada pendiriannya.
Perang AS-Israel terhadap Iran telah menyebabkan krisis energi terburuk sejak embargo minyak Arab tahun 1970-an, yang menurut Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya dilakukan sebagai tanggapan atas dukungan AS terhadap Israel selama Perang Arab-Israel tahun 1973.
Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia melewati Selat Hormuz, yang secara efektif tertutup bagi semua kecuali pemilik kapal yang paling berani.
Bloomberg melaporkan bahwa Iran masih memuat minyak di Pulau Kharg hingga Sabtu, satu minggu setelah dimulainya serangan AS-Israel, tetapi tidak jelas apakah operasi tersebut masih berlangsung.
(mas)
Lihat Juga :