Inilah Pulau Kharg, Pusat Ekspor Minyak Utama Iran yang Ingin Direbut Trump
Kamis, 12 Maret 2026 - 10:12 WIB
Komentar Trump saat itu muncul di tengah latar belakang Perang Iran-Irak, konflik brutal antara Irak pimpinan Saddam Hussein dan Republik Islam Iran, yang menewaskan sekitar 500.000 orang.
Pada akhir tahun 1980-an, Angkatan Laut AS mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz dan menyerang instalasi minyak dan tambang Iran.
Permusuhan Trump terhadap Iran dapat ditelusuri kembali ke wawancara The Guardian.
“Iran bahkan tidak bisa mengalahkan Irak, namun mereka memperlakukan Amerika Serikat seenaknya. Akan lebih baik bagi dunia untuk melawan mereka,” klai Trump saat itu.
Seperti banyak orang Amerika dari generasinya, pandangan Trump tentang Iran dibentuk oleh penggulingan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979.
Pemberontakan rakyat tersebut menyebabkan berdirinya Republik Islam Iran. Pada November 1979, 66 warga Amerika disandera dari kedutaan besar AS di Teheran. Empat belas orang dibebaskan lebih awal, dan 52 orang lainnya ditahan selama lebih dari 400 hari.
Namun, sejarah AS dengan Iran jauh lebih rumit.
Pada akhir tahun 1980-an, Angkatan Laut AS mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz dan menyerang instalasi minyak dan tambang Iran.
Permusuhan Trump terhadap Iran dapat ditelusuri kembali ke wawancara The Guardian.
“Iran bahkan tidak bisa mengalahkan Irak, namun mereka memperlakukan Amerika Serikat seenaknya. Akan lebih baik bagi dunia untuk melawan mereka,” klai Trump saat itu.
Sejarah yang Kompleks
Seperti banyak orang Amerika dari generasinya, pandangan Trump tentang Iran dibentuk oleh penggulingan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS pada tahun 1979.
Pemberontakan rakyat tersebut menyebabkan berdirinya Republik Islam Iran. Pada November 1979, 66 warga Amerika disandera dari kedutaan besar AS di Teheran. Empat belas orang dibebaskan lebih awal, dan 52 orang lainnya ditahan selama lebih dari 400 hari.
Namun, sejarah AS dengan Iran jauh lebih rumit.
Lihat Juga :