Serangan Iran Hancurkan Radar Sistem Pertahanan THAAD Amerika Senilai Rp5 Triliun
Minggu, 08 Maret 2026 - 10:15 WIB
Satu baterai THAAD terdiri dari 90 tentara operator, enam peluncur yang dipasang di truk, dan 48 rudal pencegat—8 per peluncur—satu radar TPY-2, serta unit pengendalian tembakan dan komunikasi taktis. Setiap rudal pencegat, yang diproduksi oleh Lockheed Martin Corp berharga sekitar USD13 juta.
"Jika Anda menginginkan pertahanan udara dan rudal terintegrasi, ini hanyalah salah satu hal yang akan Anda tempatkan di medan perang," kata William Alberque, seorang peneliti senior yang berbasis di Eropa di lembaga penelitian Pacific Forum.
Pada awal perang, radar AN/FPS-132 di Qatar—instalasi tetap yang berbeda dengan sistem THAAD yang mobile—mengalami kerusakan selama serangan Iran, menurut penelitian dari James Martin Center for Nonproliferation Studies di Monterey, California.
Sistem tersebut adalah radar peringatan dini, yang dirancang untuk mendeteksi ancaman pada jarak yang sangat jauh tetapi tanpa presisi yang dibutuhkan untuk meluncurkan senjata ke arahnya.
Sistem pertahanan udara di wilayah Teluk telah tertekan dan, kadang-kadang, kewalahan oleh serangan balasan Iran berupa drone dan rudal balistik. Hal ini telah memicu kekhawatiran bahwa persediaan pencegat canggih seperti THAAD dan PAC-3 akan segera menipis.
Pada hari Jumat, kontraktor pertahanan termasuk Lockheed dan RTX bertemu di Gedung Putih karena Pentagon mendorong percepatan produksi senjata.
"Jika Anda menginginkan pertahanan udara dan rudal terintegrasi, ini hanyalah salah satu hal yang akan Anda tempatkan di medan perang," kata William Alberque, seorang peneliti senior yang berbasis di Eropa di lembaga penelitian Pacific Forum.
Pada awal perang, radar AN/FPS-132 di Qatar—instalasi tetap yang berbeda dengan sistem THAAD yang mobile—mengalami kerusakan selama serangan Iran, menurut penelitian dari James Martin Center for Nonproliferation Studies di Monterey, California.
Sistem tersebut adalah radar peringatan dini, yang dirancang untuk mendeteksi ancaman pada jarak yang sangat jauh tetapi tanpa presisi yang dibutuhkan untuk meluncurkan senjata ke arahnya.
Sistem pertahanan udara di wilayah Teluk telah tertekan dan, kadang-kadang, kewalahan oleh serangan balasan Iran berupa drone dan rudal balistik. Hal ini telah memicu kekhawatiran bahwa persediaan pencegat canggih seperti THAAD dan PAC-3 akan segera menipis.
Pada hari Jumat, kontraktor pertahanan termasuk Lockheed dan RTX bertemu di Gedung Putih karena Pentagon mendorong percepatan produksi senjata.
(mas)
Lihat Juga :