Serangan Iran Hancurkan Radar Sistem Pertahanan THAAD Amerika Senilai Rp5 Triliun
Minggu, 08 Maret 2026 - 10:15 WIB
"Jika berhasil, serangan Iran terhadap radar THAAD akan menandai salah satu serangan Iran yang paling sukses sejauh ini," kata Ryan Brobst, wakil direktur Center on Military and Political Power di Foundation for the Defense of Democracies.
Namun, dia menambahkan,"Militer AS dan para mitranya memiliki radar lain yang dapat terus menyediakan perlindungan pertahanan udara dan rudal, sehingga mengurangi dampak hilangnya satu radar saja."
Unit THAAD AS dirancang untuk menghancurkan rudal balistik di tepi atmosfer, memungkinkan mereka untuk menghadapi ancaman yang lebih sulit daripada sistem pertahanan Patriot. Dengan radar AN/TPY-2 yang tidak beroperasi, tugas pencegatan rudal oleh THAAD akan jatuh ke sistem Patriot, yang mana rudal pencegatnya sudah menipis.
AS memiliki delapan sistem THAAD secara global, termasuk di Korea Selatan dan Guam. Baterai tersebut masing-masing berharga sekitar USD1 miliar, dengan radar senilai sekitar USD300 juta, menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS).
"Ini adalah sumber daya strategis yang langka dan kehilangannya merupakan pukulan besar," kata Tom Karako, seorang ahli pertahanan rudal di CSIS.
"Kekuatan delapan baterai Angkatan Darat saat ini masih di bawah persyaratan struktur kekuatan sembilan yang ditetapkan pada tahun 2012, jadi tidak ada TPY-2 cadangan yang tersedia," ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (8/3/2026).
Namun, dia menambahkan,"Militer AS dan para mitranya memiliki radar lain yang dapat terus menyediakan perlindungan pertahanan udara dan rudal, sehingga mengurangi dampak hilangnya satu radar saja."
Unit THAAD AS dirancang untuk menghancurkan rudal balistik di tepi atmosfer, memungkinkan mereka untuk menghadapi ancaman yang lebih sulit daripada sistem pertahanan Patriot. Dengan radar AN/TPY-2 yang tidak beroperasi, tugas pencegatan rudal oleh THAAD akan jatuh ke sistem Patriot, yang mana rudal pencegatnya sudah menipis.
AS memiliki delapan sistem THAAD secara global, termasuk di Korea Selatan dan Guam. Baterai tersebut masing-masing berharga sekitar USD1 miliar, dengan radar senilai sekitar USD300 juta, menurut Center for Strategic and International Studies (CSIS).
"Ini adalah sumber daya strategis yang langka dan kehilangannya merupakan pukulan besar," kata Tom Karako, seorang ahli pertahanan rudal di CSIS.
"Kekuatan delapan baterai Angkatan Darat saat ini masih di bawah persyaratan struktur kekuatan sembilan yang ditetapkan pada tahun 2012, jadi tidak ada TPY-2 cadangan yang tersedia," ujarnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (8/3/2026).
Lihat Juga :