Jenderal Tertinggi AS: Perang Melawan Iran Masih Jauh dari Selesai

Kamis, 05 Maret 2026 - 11:45 WIB
Menurut Jenderal Caine, jumlah rudal balistik yang ditembakkan oleh Iran turun 86 persen dari hari pertama pertempuran.

Kemampuan militer Iran untuk menembakkan drone serang satu arah, di antara senjata paling ampuhnya, juga tampaknya terbatas. Peluncuran semacam itu turun 73 persen dari hari-hari awal konflik, imbuh Caine.

Hancurnya pertahanan udara Iran seharusnya memungkinkan Pentagon untuk meningkatkan serangannya dengan beralih dari rudal jarak jauh, yang mahal dan relatif langka, dan menggunakan bom gravitasi berpemandu presisi yang lebih murah dan lebih banyak tersedia.

“Kecepatannya meningkat,” kata Caine, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (5/3/2026).

Hegseth dan Jenderal Caine menolak untuk membahas tanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan Iran pada hari Sabtu, yang menewaskan sedikitnya 175 orang, banyak di antaranya adalah siswi sekolah dasar (SD).

“Yang bisa saya katakan adalah bahwa kami sedang menyelidiki, dan tentu saja, kami tidak pernah menargetkan sasaran sipil,” kata Hegseth, menambahkan bahwa penyelidikan terhadap serangan itu masih berlanjut.

Banyak korban sedang mengikuti kelas di sekolah Shajarah Tayyebeh, di kota Minab selatan, menurut pejabat kesehatan setempat dan media pemerintah Iran. Beberapa video dan gambar yang diverifikasi oleh The New York Times menunjukkan bahwa setidaknya setengah dari bangunan dua lantai itu hancur akibat ledakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!