Ingin Pecah Belah Iran, CIA Bujuk Milisi Kurdi untuk Memberontak

Rabu, 04 Maret 2026 - 12:15 WIB
Pasukan tersebut sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat tentang bantuan CIA untuk menyediakan senjata, kata dua sumber tersebut.

CNN adalah yang pertama melaporkan keterlibatan CIA dengan kelompok-kelompok tersebut dan potensi operasi darat. Axios mengatakan minggu ini bahwa Presiden AS Donald Trump melakukan panggilan telepon dengan dua pemimpin tertinggi Kurdistan Irak.

Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi sejauh mana keterlibatan CIA dalam perencanaan operasi tersebut, apakah CIA telah memfasilitasi senjata atau apakah pasukan AS berencana untuk memasuki Iran bersama kelompok-kelompok Kurdi.

CIA menolak berkomentar. Gedung Putih dan Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pemerintah Daerah Kurdistan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Kenapa Harus Kurdi?

Kelompok bersenjata Kurdi Iran memiliki ribuan pasukan yang beroperasi di sepanjang perbatasan Irak-Iran, terutama di wilayah Kurdistan Irak. Beberapa kelompok telah mengeluarkan pernyataan publik sejak awal perang yang mengisyaratkan tindakan yang akan segera terjadi dan mendesak pasukan militer Iran untuk membelot. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menyerang kelompok-kelompok Kurdi dan mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka menargetkan pasukan Kurdi dengan puluhan drone.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!