AS Tuduh China Tingkatkan Persenjataan Nuklir secara Besar-besaran
Selasa, 24 Februari 2026 - 07:38 WIB
"Mungkin kekurangan terbesarnya adalah bahwa New START tidak memperhitungkan peningkatan senjata nuklir yang belum pernah terjadi sebelumnya, disengaja, cepat, dan tidak transparan oleh China," katanya.
"Terlepas dari klaimnya yang bertentangan, China dengan sengaja dan tanpa batasan, telah memperluas persenjataan nuklirnya secara besar-besaran tanpa transparansi atau indikasi apa pun tentang niat atau tujuan akhir China," lanjut Yeaw.
"Kami percaya China mungkin mencapai kesetaraan dalam empat atau lima tahun ke depan," paparnya, tanpa menjelaskan apa yang dimaksudnya dengan kesetaraan.
Baik Rusia maupun Amerika Serikat memiliki lebih dari 5.000 senjata nuklir, menurut kelompok koalisi sipil global anti-senjata nuklir, ICAN, yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian.
Namun, Perjanjian New START, yang berakhir pada 5 Februari, membatasi Amerika Serikat dan Rusia masing-masing hanya memiliki 1.550 hulu ledak nuklir yang dikerahkan—angka yang menurut Washington dengan cepat didekati oleh China.
"Beijing berada di jalur yang tepat untuk memiliki bahan fisil yang diperlukan untuk lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030," kata Yeaw.
"Terlepas dari klaimnya yang bertentangan, China dengan sengaja dan tanpa batasan, telah memperluas persenjataan nuklirnya secara besar-besaran tanpa transparansi atau indikasi apa pun tentang niat atau tujuan akhir China," lanjut Yeaw.
"Kami percaya China mungkin mencapai kesetaraan dalam empat atau lima tahun ke depan," paparnya, tanpa menjelaskan apa yang dimaksudnya dengan kesetaraan.
Baik Rusia maupun Amerika Serikat memiliki lebih dari 5.000 senjata nuklir, menurut kelompok koalisi sipil global anti-senjata nuklir, ICAN, yang meraih Hadiah Nobel Perdamaian.
Namun, Perjanjian New START, yang berakhir pada 5 Februari, membatasi Amerika Serikat dan Rusia masing-masing hanya memiliki 1.550 hulu ledak nuklir yang dikerahkan—angka yang menurut Washington dengan cepat didekati oleh China.
"Beijing berada di jalur yang tepat untuk memiliki bahan fisil yang diperlukan untuk lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030," kata Yeaw.
Lihat Juga :