Dubes AS Ini Setuju jika Israel Mencaplok Arab Saudi dan Mesir, Ini 3 Alasannya

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:22 WIB
“Jika mereka akhirnya diserang oleh semua tempat ini, dan mereka memenangkan perang itu, dan mereka mengambil tanah itu, oke, itu adalah diskusi yang sama sekali berbeda,” kata Huckabee.

Departemen Luar Negeri tidak menanggapi permintaan Al Jazeera untuk berkomentar apakah Menteri Luar Negeri Marco Rubio memiliki pandangan yang sama dengan Huckabee tentang hak Israel untuk berekspansi.

Prinsip integritas teritorial dan larangan terhadap penguasaan tanah dengan kekerasan telah menjadi landasan hukum internasional sejak Perang Dunia II.

Pada tahun 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan harus segera dihentikan.

2. Didukung Penuh AS

Namun, hukum Israel tidak secara jelas membatasi perbatasan negara tersebut. Israel juga menduduki Dataran Tinggi Golan di Suriah, yang secara ilegal dianeksasi pada tahun 1981.

AS adalah satu-satunya negara yang mengakui klaim kedaulatan Israel atas wilayah Suriah tersebut.

Setelah perang tahun 2024 dengan Hizbullah, Israel juga mendirikan pos-pos militer di lima titik di Lebanon.

BacaJuga: 3 Cara AS Membunuh Khamenei, dari Rudal Jarak Jauh hingga Mengandalkan Intelijen Israel

3. Mewujudkan Israel Raya

Beberapa politisi Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, secara terbuka mempromosikan gagasan "Israel Raya" dengan perbatasan yang diperluas.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich memicu kemarahan internasional pada tahun 2023 ketika ia berbicara di sebuah acara yang menampilkan peta yang mencakup wilayah Palestina dan sebagian Lebanon, Suriah, dan Yordania sebagai bagian dari Israel, dengan latar belakang warna bendera Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!