Terungkap, Board of Peace Akan Bangun Pangkalan Militer Besar di Gaza
Jum'at, 20 Februari 2026 - 11:50 WIB
Menurut laporan tersebut, pos terdepan akan dibangun secara bertahap dan pada akhirnya akan membentang sekitar 1.400 kali 1.100 meter, dikelilingi oleh 26 menara pengawas lapis baja yang dipasang di trailer, lapangan tembak senjata ringan, bunker, dan gudang untuk peralatan militer untuk operasi, dengan seluruh lokasi dikelilingi kawat berduri.
Lokasi tersebut digambarkan sebagai lanskap yang hancur di Gaza selatan."Bentangan dataran kering...dipenuhi dengan logam bengkok akibat pengeboman Israel selama bertahun-tahun," tulis The Guardian dalam laporannya.
Perusahaan konstruksi internasional dilaporkan telah didatangkan untuk memeriksa lokasi tersebut.
Sumber yang dekat dengan perencanaan tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa sekelompok kecil penawar— perusahaan konstruksi internasional dengan pengalaman di zona perang—telah diperlihatkan area tersebut dalam kunjungan lapangan.
ISF yang diusulkan bersifat multinasional. Indonesia sendiri telah menawarkan hingga 8.000 tentara, sementara lebih dari 20 negara telah bergabung dengan inisiatif BoP.
Dewan Keamanan PBB mengesahkan pembentukan ISF, dengan memberikan tanggung jawab yang jauh melampaui tugas menjaga perdamaian.
Menurut laporan The Guardian, ISF akan ditugaskan untuk mengamankan perbatasan Gaza dan menjaga perdamaian di wilayah tersebut melindungi warga sipil, serta melatih dan mendukung pasukan polisi Palestina yang telah diverifikasi.
Namun, pertanyaan operasional penting tetap belum terjawab, termasuk apa yang akan dilakukan ISF selama pengeboman Israel atau konfrontasi bersenjata yang kembali terjadi.
Struktur otoritas pemerintahan juga menuai kritik. Meskipun disajikan sebagai badan internasional, para ahli hukum mempertanyakan independensinya.
Lokasi tersebut digambarkan sebagai lanskap yang hancur di Gaza selatan."Bentangan dataran kering...dipenuhi dengan logam bengkok akibat pengeboman Israel selama bertahun-tahun," tulis The Guardian dalam laporannya.
Perusahaan konstruksi internasional dilaporkan telah didatangkan untuk memeriksa lokasi tersebut.
Sumber yang dekat dengan perencanaan tersebut mengatakan kepada The Guardian bahwa sekelompok kecil penawar— perusahaan konstruksi internasional dengan pengalaman di zona perang—telah diperlihatkan area tersebut dalam kunjungan lapangan.
ISF yang diusulkan bersifat multinasional. Indonesia sendiri telah menawarkan hingga 8.000 tentara, sementara lebih dari 20 negara telah bergabung dengan inisiatif BoP.
Dewan Keamanan PBB mengesahkan pembentukan ISF, dengan memberikan tanggung jawab yang jauh melampaui tugas menjaga perdamaian.
Menurut laporan The Guardian, ISF akan ditugaskan untuk mengamankan perbatasan Gaza dan menjaga perdamaian di wilayah tersebut melindungi warga sipil, serta melatih dan mendukung pasukan polisi Palestina yang telah diverifikasi.
Namun, pertanyaan operasional penting tetap belum terjawab, termasuk apa yang akan dilakukan ISF selama pengeboman Israel atau konfrontasi bersenjata yang kembali terjadi.
Struktur otoritas pemerintahan juga menuai kritik. Meskipun disajikan sebagai badan internasional, para ahli hukum mempertanyakan independensinya.
Lihat Juga :