10 Negara Paling Rentan Penipuan Digital, Indonesia Nomor 2 Dunia
Selasa, 17 Februari 2026 - 22:14 WIB
7. Bangladesh
Bangladesh mengalami lonjakan penipuan digital seiring pertumbuhan layanan keuangan digital dan mobile banking. Transformasi digital yang agresif belum sepenuhnya didukung sistem deteksi canggih.
Negara ini rentan terhadap pemalsuan identitas, pembobolan akun finansial, serta penipuan transaksi online. Rendahnya literasi keamanan siber di kalangan pengguna menjadi faktor tambahan.
8. Rwanda
Rwanda dikenal sebagai salah satu negara Afrika yang agresif dalam digitalisasi layanan publik. Namun, percepatan tersebut juga menciptakan celah baru.
Menurut laporan, Rwanda termasuk negara yang rawan terhadap fraud berbasis dokumen digital. Ketergantungan pada sistem identitas elektronik tanpa lapisan proteksi tambahan meningkatkan risiko eksploitasi.
9. Azerbaijan
Azerbaijan masuk daftar karena lemahnya pengawasan terhadap transaksi lintas platform digital. Minimnya sistem anti-fraud terintegrasi membuat deteksi aktivitas mencurigakan belum optimal.
Kurangnya harmonisasi regulasi antara sektor keuangan dan teknologi memperbesar potensi penyalahgunaan sistem.
10. Sri Lanka
Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil memperbesar risiko penipuan digital di Sri Lanka. Tekanan finansial masyarakat kerap dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan modus investasi palsu maupun penipuan berbasis pinjaman online.
Penipuan meningkat seiring lemahnya kontrol digital dan terbatasnya sumber daya untuk pengawasan siber.
Baca juga: Ngeri, Perang Masa Depan Sedang Dirancang di Israel, Senator AS Bongkar Rahasia
(sya)
Lihat Juga :