5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
Minggu, 15 Februari 2026 - 15:22 WIB
Italia akan menjual kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia karena dinilai sudah kuno dan ketinggalan zaman. Foto/X/@ArmyRecognition
ROMA - Italia menjual kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia terutama untuk mengurangi biaya perawatan kapal-kapal tua, memperkuat hubungan industri pertahanan, dan memproyeksikan pengaruh di Asia Tenggara, sejalan dengan inisiatif gerbang global Uni Eropa.
Penjualan ini memungkinkan Roma untuk mengalihkan dana ke proyek-proyek masa depan, seperti potensi kapal induk bertenaga nuklir, sekaligus memperkuat kemitraan strategis di Indo-Pasifik. Namun, Italia ingin memiliki kapal induk dengan teknologi yang lebih modern menjadi alasan lainnya.
Melansir ilsole24ore, setelah berpartisipasi dalam misi di Balkan, Afghanistan, dan Libya, kapal tersebut telah berada dalam status cadangan sejak 1 Oktober 2024 di Arsenal Militer Maritim Taranto. Selama bertahun-tahun, kapal ini memainkan peran sekunder setelah kedatangan Cavour (2008) dan, baru-baru ini, kapal utama Trieste (2022).
Baca Juga: Cegah Invasi AS, Iran Siap Berkompromi untuk Capai Kesepakatan Nuklir
Penjualan ini memungkinkan Roma untuk mengalihkan dana ke proyek-proyek masa depan, seperti potensi kapal induk bertenaga nuklir, sekaligus memperkuat kemitraan strategis di Indo-Pasifik. Namun, Italia ingin memiliki kapal induk dengan teknologi yang lebih modern menjadi alasan lainnya.
5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
1. Membuka Pasar Ekspor Baru di Asia Tenggara
Penjualan Garibaldi memungkinkan pembuat kapal Italia, Fincantieri, untuk membuka pasar ekspor baru di Asia Tenggara, mendorong kemitraan perawatan, pelatihan, dan logistik jangka panjang.2. Melakukan Modernisasi
Italia meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dengan kapal-kapal yang lebih baru seperti Cavour dan berpotensi menjajaki kapal induk bertenaga nuklir, sehingga Garibaldi yang sudah tua menjadi tidak dibutuhkan lagi.Melansir ilsole24ore, setelah berpartisipasi dalam misi di Balkan, Afghanistan, dan Libya, kapal tersebut telah berada dalam status cadangan sejak 1 Oktober 2024 di Arsenal Militer Maritim Taranto. Selama bertahun-tahun, kapal ini memainkan peran sekunder setelah kedatangan Cavour (2008) dan, baru-baru ini, kapal utama Trieste (2022).
Baca Juga: Cegah Invasi AS, Iran Siap Berkompromi untuk Capai Kesepakatan Nuklir
Lihat Juga :