Rusia Ancam Ambil Tindakan Militer Balasan Jika Greenland Dimiliterisasi NATO

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:53 WIB
“Semua versi berikutnya mencerminkan upaya (Presiden Ukraina) Volodymyr Zelensky dan, terutama, para pendukungnya di Inggris, Jerman, Prancis, dan negara-negara Baltik untuk ‘memperkosa’ inisiatif Amerika ini,” kata Lavrov.

Menteri tersebut menambahkan bahwa Rusia siap untuk berkompromi. “Beberapa pihak mendesak kami untuk menunjukkan kesiapan untuk berkompromi. Dengar, kompromi tidak bisa mencakup prinsip-prinsip dasar yang menjadi sandaran keberadaan suatu negara—apalagi ketika kehidupan jutaan orang berada dalam bahaya,” katanya.

Lavrov berpendapat bahwa tidak ada tekanan yang diterapkan terhadap Ukraina dan Zelensky tidak menunjukkan fleksibilitas.

Menurut Lavrov, dokumen AS yang diserahkan ke Rusia telah melalui beberapa putaran peninjauan, namun versi terbaru belum pernah dibagikan kepada Moskow, baik secara resmi maupun tidak resmi.

Mengomentari jaminan keamanan bagi Ukraina, Lavrov mengatakan Kyiv tidak mencari jaminan bersama dengan Rusia, melainkan jaminan militer dari Barat terhadap Rusia.

Dia menggambarkan usulan jaminan ini—yang menurutnya akan otomatis memicu perang dengan Rusia jika terjadi insiden— sebagai hal yang sangat berbahaya, dengan alasan sifat “provokatif” dari pihak Ukraina.

“Insiden apa pun yang dianggap tidak dapat diterima akan menjadi pemicu perang semacam itu. Dan kapasitas Zelensky dan para badutnya untuk memprovokasi insiden semacam itu sungguh di luar pemahaman,” katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!