Dari 57 Negara Muslim di Dunia, Kenapa Hanya Pakistan yang Memiliki Senjata Nuklir?
Kamis, 12 Februari 2026 - 02:20 WIB
Baca Juga: 6 Fakta Pasukan Stabilisasi Gaza, dari Pelucutan Senjata Hamas hingga Tanggung Jawab Keamanan
Trump kembali menolak untuk mengatakan apakah ia akan memerintahkan serangan terhadap Iran. "Saya punya rencana untuk segalanya... apa pun bisa terjadi," katanya. Trump menyatakan frustrasi atas keputusan Iran untuk tidak membuat kesepakatan, menyatakan, "Mereka seharusnya membuat kesepakatan. Saya punya tawaran bagus untuk mereka."
Trump menyebutkan bahwa Iran ingin bertemu dan datang ke Gedung Putih, tetapi nadanya menunjukkan ketidakpastian tentang hasilnya. Ia merenungkan negosiasi masa lalu, menyatakan penyesalan atas kesempatan yang terlewatkan oleh Iran untuk mencapai kesepakatan, dan mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan ulang. Trump juga menggarisbawahi parahnya krisis saat ini, menyebutkan pertemuan yang sedang berlangsung dan dampak yang lebih luas dari konflik tersebut.
2. Iran Paling Berambisi Memiliki Senjata Nuklir
Meskipun pengawasan internasional terus berlanjut, Iran telah membantah mengejar senjata nuklir, dan tidak ada bukti bahwa negara mayoritas Muslim selain Pakistan telah mengembangkan atau mengerahkan senjata semacam itu.3. AS dan Israel Jadi Penentu
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, menyatakan bahwa meskipun ia memiliki rencana, hasilnya masih belum pasti.Trump kembali menolak untuk mengatakan apakah ia akan memerintahkan serangan terhadap Iran. "Saya punya rencana untuk segalanya... apa pun bisa terjadi," katanya. Trump menyatakan frustrasi atas keputusan Iran untuk tidak membuat kesepakatan, menyatakan, "Mereka seharusnya membuat kesepakatan. Saya punya tawaran bagus untuk mereka."
Trump menyebutkan bahwa Iran ingin bertemu dan datang ke Gedung Putih, tetapi nadanya menunjukkan ketidakpastian tentang hasilnya. Ia merenungkan negosiasi masa lalu, menyatakan penyesalan atas kesempatan yang terlewatkan oleh Iran untuk mencapai kesepakatan, dan mengisyaratkan kemungkinan pembicaraan ulang. Trump juga menggarisbawahi parahnya krisis saat ini, menyebutkan pertemuan yang sedang berlangsung dan dampak yang lebih luas dari konflik tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :