Israel Melobi AS untuk Cegah Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:10 WIB
Pada November lalu, para pejabat AS mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah mengajukan permintaan langsung untuk 48 unit pesawat tempur F-35 kepada Presiden AS Donald Trump. Ini mungkin pertama kalinya skala dan jumlah permintaan tersebut diungkapkan.

"Penjualan senjata sedang diproses," kata pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim.

Proses itu membutuhkan banyak proses, termasuk persetujuan dari Trump, dan pemberitahuan kepada Kongres sebelum benar-benar dapat disetujui secara resmi.

Pejabat AS tersebut mengatakan bahwa departemen kebijakan di Pentagon menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakan potensi kesepakatan tersebut, dan masalah tersebut kini telah sampai ke tingkat menteri di Departemen Pertahanan.

Arab Saudi saat ini memiliki salah satu Angkatan Udara tercanggih dan terdiversifikasi di kawasan Teluk Arab. Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF) mengoperasikan F-15SA (yang menjadi dasar F-15EX), F-15SR (varian yang di-upgrade), Eurofighter Typhoon, dan Panavia Tornado.

Meskipun demikian, mereka telah berupaya memperkuat kekuatan udaranya di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang dari negara-negara nakal dan aktor non-negara di Teluk Persia.

Arab Saudi sebelumnya diyakini sedang mempertimbangkan pembelian 100 jet tempur siluman KAAN Turki, sebagai alternatif F-35. Kedua belah pihak memulai diskusi mengenai potensi akuisisi tersebut pada Desember 2024, menyusul pembelian kendaraan tempur udara tak berawak (UCAV) Akinci oleh Arab Saudi dari Turki.

Namun, jika Pentagon menyetujui penjualan F-35, Riyadh dapat dengan cepat mengesampingkan proyek KAAN tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!