Iran Tempuh Diplomasi Sambil Siap Berperang, Ini 4 Alasannya

Minggu, 08 Februari 2026 - 21:02 WIB
“Mereka takut akan bom atom kita, sementara kita tidak mengejar bom atom. Bom atom kita adalah kekuatan untuk mengatakan tidak kepada kekuatan-kekuatan besar. Rahasia kekuatan Republik Islam adalah mengatakan tidak kepada kekuatan-kekuatan tersebut.”

4. Ketangguhan Rakyat Iran Sudah Terbukti

Sementara itu, menteri luar negeri merujuk pada agresi ilegal AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan sedikitnya 1.064 orang antara 13 dan 27 Juni 2025.

Ia mengatakan perang tersebut akan tetap menjadi noda dalam sejarah Iran jika bangsa itu tidak melawan musuh.

“Ketangguhan rakyat Iran harus dibuktikan, dan ini terbukti dalam perang 12 hari. Mereka yang… mencuitkan “penyerahan tanpa syarat” pada hari ketiga perang… mengirimkan pesan “gencatan senjata tanpa syarat” pada hari ke-12. Mengapa? Karena kami tidak takut perang dan melawan,” tegasnya.

Negosiasi tidak langsung Iran-AS terjadi pada saat kawasan tersebut sekali lagi bersiap untuk potensi konfrontasi militer lainnya setelah Amerika Serikat mengerahkan pasukan udara dan angkatan laut ke wilayah tersebut dan mengancam akan menyerang Republik Islam.

Araghchi menggambarkan pembicaraan Muscat sebagai “awal yang baik,” menambahkan bahwa kedua belah pihak bermaksud untuk melanjutkan diskusi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!