6 Upaya Penggulingan Xi Jinping yang Pernah Mengguncang Kekuasaan China

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:08 WIB
Puluhan jenderal, pejabat keamanan, dan elite lama tumbang. Beberapa analis Barat menyebut periode ini sebagai “silent coup attempt”, yakni upaya elite lama memperlambat atau melemahkan dominasi Xi dari dalam sistem.

Melansir BBC, pelindung faksi Shanghai adalah mantan Presiden Jiang Zemin. Kedua faksi tersebut umumnya dianggap melakukan rotasi kekuasaan di antara mereka, tetapi hal itu mungkin sedang mengalami ketegangan.

Baca Juga: 10 Negara yang Memiliki Koloni Modern, Mayoritas Klaim sebagai Pembela HAM

3. Aksi Xu Caihou dan Guo Boxiong

Militer adalah kunci kekuasaan di China. Ketika Xu Caihou dan Guo Boxiong, dua mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat, ditangkap (2014–2015), dunia melihat ini bukan sekadar kasus korupsi.

Keduanya adalah simbol jaringan militer lama yang bisa menjadi ancaman nyata bagi Xi. Sejak itu, Xi memperketat kendali atas Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan menempatkan loyalisnya di posisi strategis.

4. Rumor Kudeta saat Lockdown COVID-19 (2022)

Kebijakan zero-COVID memicu kemarahan publik dan tekanan elite. Pada September 2022, Xi sempat menghilang dari publik beberapa hari, memunculkan rumor internasional bahwa ia telah digulingkan.

Meski terbukti hoaks, rumor ini menandai rapuhnya legitimasi politik Xi di tengah krisis ekonomi, lockdown ekstrem, dan ketegangan menjelang Kongres Partai ke-20.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!