Siprus Siap Berdialog dengan Turki Tetapi Tidak di Bawah Ancaman
Rabu, 16 September 2020 - 20:36 WIB
Presiden Siprus, Nicos Anastasiades. Foto/Traveltradecyprus
NICOSIA - Siprus selalu siap untuk memulai dialog dengan Turki untuk menyelesaikan perselisihan yang ada, tetapi hanya selama pihak lain menahan diri dari ancaman dan pemerasan. Hal ini ditegaskan Presiden Siprus, Nicos Anastasiades.
"Saya tegaskan bahwa Nicosia selalu siap untuk dialog, tetapi agar dialog menjadi efektif, itu harus didasarkan pada hukum internasional, tanpa pemerasan atau ancaman," kata Anastasiades kepada wartawan setelah berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Nicosia seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (16/9/2020).
Anastasiades juga menyatakan penyesalannya atas keputusan angkatan laut Turki untuk memperpanjang operasi pengeboran di lepas pantai Siprus, yang dibuat ketika Uni Eropa sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengakhiri tindakan ilegal Ankara.(Baca juga: Sambangi Siprus, Pompeo Prihatin dengan Aksi Turki di Mediterania )
"Kemarin sayangnya, NAVTEX Turki untuk memperluas pengeboran ilegal oleh kapal Yavuz diperpanjang ketika pada saat yang sama serangkaian inisiatif sedang berlangsung untuk mengakhiri tindakan melanggar hukum dan deeskalasi Ankara," ujarnya seperti dilansir dari Reuters.
"Saya tegaskan bahwa Nicosia selalu siap untuk dialog, tetapi agar dialog menjadi efektif, itu harus didasarkan pada hukum internasional, tanpa pemerasan atau ancaman," kata Anastasiades kepada wartawan setelah berbicara dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel di Nicosia seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (16/9/2020).
Anastasiades juga menyatakan penyesalannya atas keputusan angkatan laut Turki untuk memperpanjang operasi pengeboran di lepas pantai Siprus, yang dibuat ketika Uni Eropa sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengakhiri tindakan ilegal Ankara.(Baca juga: Sambangi Siprus, Pompeo Prihatin dengan Aksi Turki di Mediterania )
"Kemarin sayangnya, NAVTEX Turki untuk memperluas pengeboran ilegal oleh kapal Yavuz diperpanjang ketika pada saat yang sama serangkaian inisiatif sedang berlangsung untuk mengakhiri tindakan melanggar hukum dan deeskalasi Ankara," ujarnya seperti dilansir dari Reuters.
Lihat Juga :