Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara

Senin, 19 Januari 2026 - 11:58 WIB
Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengumumkan di X bahwa dia telah mengadakan rapat kabinet darurat pada hari Minggu untuk membuat “keputusan penting untuk menjaga keamanan.”

Kedutaan Besar AS di Guatemala menyarankan personelnya untuk berlindung di tempat dan menghindari kerumunan, sementara pemerintah menangguhkan sekolah pada hari Senin (19/1/2026).

Pada Minggu subuh, pasukan polisi yang didukung oleh tentara memasuki penjara keamanan maksimum Renovacion I di Escuintla, sekitar 75 kilometer (45 mil) selatan Kota Guatemala, menggunakan kendaraan lapis baja dan gas air mata.

Setelah 15 menit, mereka berhasil menguasai kembali penjara dan membebaskan para penjaga yang disandera, menurut saksi mata seorang fotografer AFP.

“Itu adalah operasi yang berlangsung tanpa korban jiwa di kedua pihak, dan kami berhasil menyelamatkan sembilan sandera yang berada di bawah kendali teroris ini,” kata Villeda.

Kementerian Dalam Negeri menerbitkan sebuah video di X yang menunjukkan petugas memborgol dan membawa pergi terduga pemimpin geng Barrio 18 di Guatemala, yang diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Aldo Dupie alias El Lobo (Serigala). Dia mengenakan pakaian berlumuran darah.

Barrio 18 dan geng saingannya, Mara Salvatrucha (MS-13), dianggap bertanggung jawab atas sebagian besar perdagangan narkoba dan kekerasan kriminal yang melanda negara Amerika Tengah tersebut.

Washington telah menyatakan kedua kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!