Eks PM Qatar Desak 4 Negara Segera Bentuk Blok Pertahanan Strategis, Apa Alasannya?
Selasa, 13 Januari 2026 - 21:30 WIB
Sheikh Hamad menekankan aliansi yang diusulkan tidak boleh dipandang sebagai permusuhan terhadap Iran, menggambarkannya sebagai “negara Muslim besar”, dan menyerukan kerangka kerja yang didasarkan pada pertimbangan regional yang seimbang.
Ia juga menekankan perlunya aliansi tersebut untuk didasarkan pada “prinsip-prinsip yang kuat dan fondasi yang kokoh” untuk memastikan daya tahan dan efektivitasnya, memperingatkan agar tidak mengulangi “kekurangan Deklarasi Damaskus 1990”, yang dikeluarkan secara tergesa-gesa setelah invasi Irak ke Kuwait.
Menurut Sheikh Hamad, aliansi tersebut harus mengadopsi pendekatan komprehensif yang mencakup dimensi militer, ekonomi, dan politik, dan dipandu tujuan strategis yang jelas yang melayani semua negara anggota, tidak hanya selama masa krisis tetapi sebagai blok regional yang permanen dan kredibel.
Baca juga: Takut Dicaplok AS, Greenland Bekerja Sama dengan NATO Perkuat Pertahanan Pulau
Ia juga menekankan perlunya aliansi tersebut untuk didasarkan pada “prinsip-prinsip yang kuat dan fondasi yang kokoh” untuk memastikan daya tahan dan efektivitasnya, memperingatkan agar tidak mengulangi “kekurangan Deklarasi Damaskus 1990”, yang dikeluarkan secara tergesa-gesa setelah invasi Irak ke Kuwait.
Menurut Sheikh Hamad, aliansi tersebut harus mengadopsi pendekatan komprehensif yang mencakup dimensi militer, ekonomi, dan politik, dan dipandu tujuan strategis yang jelas yang melayani semua negara anggota, tidak hanya selama masa krisis tetapi sebagai blok regional yang permanen dan kredibel.
Baca juga: Takut Dicaplok AS, Greenland Bekerja Sama dengan NATO Perkuat Pertahanan Pulau
(sya)
Lihat Juga :