Perang Makin Sengit, Kelompok Separatis STC Yaman Serukan Referendum Kemerdekaan
Sabtu, 03 Januari 2026 - 09:34 WIB
Namun, ia menambahkan, “Kami masih menunggu konfirmasi tentang apa yang terjadi di sana,” dan mengatakan informasi terbaru yang tersedia dari daerah tersebut menunjukkan STC telah mempertahankan kendali atas posisinya.
Pecahnya pertempuran terjadi setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengatakan telah menunjuk al-Khanbashi untuk mengambil alih komando keseluruhan pasukan “Perisai Nasional” di provinsi timur, memberinya wewenang militer, keamanan, dan administrasi penuh dalam apa yang dikatakan sebagai langkah untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.
Beberapa jam setelah pertempuran pecah, STC mengumumkan dimulainya periode transisi dua tahun menuju deklarasi negara merdeka.
“Kami mengumumkan dimulainya fase transisi yang berlangsung selama dua tahun, dan Dewan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung dialog antara pihak-pihak terkait di Selatan dan Utara,” kata Presiden STC Aidaros Alzubidi dalam pidato yang disiarkan televisi.
Baca juga: Trump Siap Serang Iran Terkait Kematian Pengunjuk Rasa
Pecahnya pertempuran terjadi setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengatakan telah menunjuk al-Khanbashi untuk mengambil alih komando keseluruhan pasukan “Perisai Nasional” di provinsi timur, memberinya wewenang militer, keamanan, dan administrasi penuh dalam apa yang dikatakan sebagai langkah untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.
Beberapa jam setelah pertempuran pecah, STC mengumumkan dimulainya periode transisi dua tahun menuju deklarasi negara merdeka.
“Kami mengumumkan dimulainya fase transisi yang berlangsung selama dua tahun, dan Dewan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung dialog antara pihak-pihak terkait di Selatan dan Utara,” kata Presiden STC Aidaros Alzubidi dalam pidato yang disiarkan televisi.
Baca juga: Trump Siap Serang Iran Terkait Kematian Pengunjuk Rasa
(sya)
Lihat Juga :