Perang Makin Sengit, Kelompok Separatis STC Yaman Serukan Referendum Kemerdekaan

Sabtu, 03 Januari 2026 - 09:34 WIB
loading...
Perang Makin Sengit,...
Pasukan STC Yaman. Foto/ilkha.com
A A A
HADRAMOUT - Gerakan separatis selatan Yaman, STC, mengatakan mereka bertujuan mengadakan referendum kemerdekaan dari utara dalam dua tahun ke depan. Adapun pasukan yang didukung Arab Saudi berjuang merebut kembali wilayah yang direbut separatis bulan lalu.

Pertempuran pecah pada hari Jumat di provinsi Hadramout, yang berbatasan dengan Arab Saudi, antara pasukan yang setia kepada gubernur Hadramout yang didukung Saudi dan Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). STC menuduh Arab Saudi membom pasukannya di dekat perbatasan.

“Tujuh orang tewas dan lebih dari 20 luka-luka ketika tujuh serangan udara menghantam satu kamp di al-Khashaa,” kata Mohammed Abdulmalik, kepala STC di Wadi Hadramout dan Gurun Hadramout.

Namun Gubernur Hadramout, Salem al-Khanbashi, mengatakan pada hari Jumat bahwa upaya untuk merebut kembali pangkalan dari STC dimaksudkan untuk merebut kembali situs militer di provinsi selatan Yaman secara "damai dan sistematis".

“Operasi ini bukanlah deklarasi perang atau eskalasi, melainkan tindakan pencegahan untuk melindungi keamanan dan mencegah kekacauan,” katanya dalam pernyataan.

Mohammed Al Attab dari Al Jazeera, melaporkan dari Sanaa, mengatakan pertempuran dilaporkan terjadi pada hari Jumat di posisi-posisi tempat pasukan STC berada di sepanjang perbatasan Saudi.

Namun, ia menambahkan, “Kami masih menunggu konfirmasi tentang apa yang terjadi di sana,” dan mengatakan informasi terbaru yang tersedia dari daerah tersebut menunjukkan STC telah mempertahankan kendali atas posisinya.

Pecahnya pertempuran terjadi setelah pemerintah Yaman yang didukung Saudi mengatakan telah menunjuk al-Khanbashi untuk mengambil alih komando keseluruhan pasukan “Perisai Nasional” di provinsi timur, memberinya wewenang militer, keamanan, dan administrasi penuh dalam apa yang dikatakan sebagai langkah untuk memulihkan keamanan dan ketertiban.

Beberapa jam setelah pertempuran pecah, STC mengumumkan dimulainya periode transisi dua tahun menuju deklarasi negara merdeka.

“Kami mengumumkan dimulainya fase transisi yang berlangsung selama dua tahun, dan Dewan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendukung dialog antara pihak-pihak terkait di Selatan dan Utara,” kata Presiden STC Aidaros Alzubidi dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca juga: Trump Siap Serang Iran Terkait Kematian Pengunjuk Rasa
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
RCTI Hadirkan Sinetron...
RCTI Hadirkan Sinetron Komedi Komunal Terbaru Tobat Jatuh Cinta, Kisah Empat Janda di Kampung Sindang Barang!
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved